Media Parahyangan
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Media Parahyangan
No Result
View All Result
Home Musik

Korn dan Indonesia yang Lagi Butuh Teriak

by Media Parahyangan
7 September 2026
in Musik
0
Korn dan Indonesia yang Lagi Butuh Teriak
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari ini kuputar ulang playlist Korn terus. Awalnya bingung kenapa, Ini bukan nostalgia SMP biasa. Mungkin, karena distorsi gitar tujuh senar Munky dengan Head dan teriakan Jonathan Davis itu nyambung banget sama isi kepala yang lagi berantakan tiap buka timeline. Rasanya campur aduk: capek, kesel, tapi masih pengen ngotot buat hidup.

Buat yang belum tahu, Korn itu salah satu band yang ngebentuk genre nu-metal dari awal 90-an. Jonathan Davis menulis lirik dari masa kecilnya yang memang berat, jadi musik mereka nggak berasa kayak gaya-gayaan doang. Lebih kayak tempat pulang buat orang yang ngerasa nggak didengerin. Udah lebih dari 40 juta album kejual, dan tahun ini mereka malah balik tur ke Eropa setelah lebih dari sedekade absen. Marahnya masih sama kayak dulu, cuma sekarang terasa makin dalem kalau didengerin.

Saat aku tarik ke situasi Indonesia belakangan ini, beberapa lagu mereka kok berasa relate banget. Freak on a Leash itu soal merasa dikendalikan sama sesuatu yang tidak keliatan tapi cengkeramannya kerasa banget. Kalau kamu ngikutin gimana aksi-aksi mahasiswa sering kena hadang duluan, mungkin bakal ngerasa hal yang sama. Ada yang diamankan sebelum sempat turun ke jalan, ada juga yang aksinya langsung dibilang “cuma isu doang” padahal massa udah siap-siap dari jauh hari. Buatku ini bukan cuma perihal dibubarkan, tapi lebih ke rasa suara sendiri sudah disaring duluan sebelum sempet nyampe ke yang seharusnya denger.

Terus ada Here to Stay, salah satu lagu paling keras kepala di diskografi mereka. Intinya simpel: “Gue masih di sini, mau lo suka atau nggak.” Mirip banget sama gerakan mahasiswa yang keluar-masuk terus dari bulan ke bulan tahun ini. Tuntutan yang sama diulang lagi, aksi yang dibubarkan bulan ini balik lagi bulan depan pakai nama baru. Capek? Jelas. Tapi ada semacam keteguhan yang receh tapi nyata di situ. Kalau tuntutan gak digubris, ya turun lagi aja. Nggak romantis, tapi jujur.

Untuk zaman hoax dan framing kayak sekarang, Twisted Transistor jadi lagu yang paling kena. Lagunya nyindir gimana media—atau sekarang algoritma—bisa muter-muterin cerita sampai orang susah bedain mana yang beneran kejadian. Kebayang kan pas kita lihat video demo lama yang di-recycle terus diklaim “kejadian minggu ini,” atau narasi “situasi kondusif” yang beredar bareng laporan lapangan yang isinya jauh beda. Wajar kalau akhirnya banyak yang paranoid duluan sebelum percaya apapun yang muncul di beranda.

Ngomongin janji manis yang ujungnya kosong, ada Got the Life yang cocok banget. Program yang digembar-gemborkan bakal mengubah hidup rakyat, ujung-ujungnya malah ketahuan ada yang ditutup paksa, atau muncul temuan audit anggaran yang bocor sampai triliunan. Buat generasi yang dari kecil dikasih janji terus-terusan, lagu sarkastik ini jujur berasa kayak lagu kebangsaan alternatif.

Terakhir, yang paling personal buatku adalah Falling Away from Me. Di tengah riuhnya isu nasional, jangan sampai lupa banyak juga teman-teman kita yang diem-diem lagi struggling. Capek duluan sebelum semester beres, burnout ngikutin berita tiap hari, atau mati rasa karena kebanyakan info buruk masuk sekaligus. Korn nggak pernah nawarin solusi gampang buat itu. Mereka cuma bilang, “Gue juga ngerasain itu, dan itu valid.” Kadang kita emang cuma butuh itu dulu sebelum bisa lanjut mikir mau ngapain.

Korn kemungkinan besar tidak akan mampir manggung ke Indonesia tahun ini. Sedih, tapi musiknya tetap terpakai untuk menumpahkan emosi,  buat siapa saja yang capek sama keadaan tapi belum menemukan cara untuk membicarakannya. Mendengarkan musik marah itu sah-sah aja jadi pelarian sesaat, tetapi jangan berhenti disitu saja. Setelah mendengarkan jadi ingin ngobrol, diskusi, atau malah gerak beneran, ya kenapa tidak.

Muter Korn boleh keras-keras, tapi jangan lupa suara lo di dunia nyata juga sama pentingnya buat didengerin.

 

Penulis : Nazril Merdekawan

Editor : Alicia Vania Elroy

Tags: MusikNu Metal
Media Parahyangan

Media Parahyangan

Next Post
Abu Vulkanik Anak Krakatau Menghujani Bandung: “Abu Masih Tipis!”

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menghujani Bandung: “Abu Masih Tipis!”

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

15 November 2024
Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

29 November 2024
#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

29 August 2024
Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

2
Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

0
Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

0
Who’s WU-TANG CLAN?

Who’s WU-TANG CLAN?

12 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Menghujani Bandung: “Abu Masih Tipis!”

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menghujani Bandung: “Abu Masih Tipis!”

7 September 2026
Korn dan Indonesia yang Lagi Butuh Teriak

Korn dan Indonesia yang Lagi Butuh Teriak

7 September 2026
Follow Our Social Media
Spotify Instagram Youtube

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pertanyaan Umum (FaQ)
  • Guideline Kolom Submisi
  • Pendaftaran Anggota Jurnalis MedPar

Kontak

  • Email Kolom Submisi : kompendiumprodukmp@gmail.com
  • Email Media Partner : ukm_mp@unpar.ac.id

Alamat

Jl. Ciumbuleuit No.94, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141

Copyright © 2023 Media Parahyangan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist