Media Parahyangan – Senin, (11/11) lalu Ketua BEM 2024, Vedanta Wallace meminta maaf buntut dari provokasi hingga terjadinya perkelahian antara dua pihak yaitu beberapa oknum BEM dan salah seorang mahasiswa.
Ramai beredar di kanal media sosial terkait isu permintaan maaf yang dilakukan oleh ketua BEM Unpar, Vedanta Wallace. Melalui kanal Instagram @unparconfession, muncul unggahan menfess terkait Vedanta yang diduga memprovokasi perkelahian antara dua kubu.
Seakan mengkonfirmasi dugaan tersebut, kanal Instagram @unparconfession juga mengunggah video permintaan maaf dari Vedanta melalui story Instagram. Tak hanya akun @unparconfession, akun meme yang baru-baru ini muncul yaitu @unparmeme juga mengunggah video permintaan maaf tersebut yang tentunya dijadikan meme.

Tim Redaksi Media Parahyangan berhasil menemui korban perkelahian yang juga bersedia untuk diwawancara. Korban merupakan mahasiswa Fakultas Hukum berinisial LS yang enggan menyebutkan angkatannya. Kejadian ini terjadi di salah satu tempat hiburan malam Bandung pada Jumat, (08/11) lalu.
“Jadi hari Jumat subuh, di sebuah klub malam lah di jalan Sumur Bandung. Terus aku lagi, biasalah sama anak-anak muda melakukan kegiatan dunia malam. Terus tiba-tiba ada kontak ini lah sama ketua BEM, lihat-lihatan terus saling sapa dengan Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM di situ, terus kemudian sampai situ gak ada masalah,” ujar LS.
Menurut keterangan LS, ada orang yang disinyalir sebagai anggota BEM dari meja Vedanta yang mengajaknya berkelahi. Pada saat perkelahian terjadi, LS yang hanya sendirian mengaku bahwa dalam perkelahian tersebut korban dikeroyok oleh tiga orang.
“…ketika ada salah satu (yang) sampai sana asumsiku masih bukan sebagai anggota BEM, tapi masih sebagai temannya ketua dan wakil ketua BEM disebut mengajak duel melalui bahasa tubuh yang aku tangkap. …terus aku samperi ke sofanya, aku diajak keluar. Tiba-tiba nyampe luarnya aku pikir bakal satu lawan satu, tapi dikeroyok begitu. Sekitar tiga atau empat orang,” ujar LS.
LS pun mengaku bahwa dirinya tidak mengenal siapa yang mengeroyok dirinya. Jadi dia beranggapan bahwa ini bukanlah permasalahan personal.
“Sebelumnya aku gak kenal nih sama orang yang ngeroyok ini. Aku di lokasi tuh dengan pihak yang bersangkutan cuma kenal dengan ketua dan wakil ketua BEM nya. Jadi kalau mau dibilang masalah personal aku gak kenal mereka sebelumnya,” tambah LS
Korban mengatakan bahwa setelah kejadian pengeroyokan itu, pada Senin, (11/11) terjadi mediasi antara korban dan Vedanta selaku Ketua BEM sekaligus pihak yang bertanggung jawab atas kejadian perkelahian ini. Mediasi ini ditengahi oleh Ketua Himpunan Hukum. Melalui mediasi ini, kedua pihak sepakat untuk Vedanta melakukan pembuatan surat permintaan maaf dan video permintaan maaf.
Tim Redaksi Media Parahyangan sudah berusaha menghubungi Ketua BEM dan Biro Humas BEM pada 14 November lalu. Namun hingga tulisan ini terbit, baik Ketua BEM maupun Biro Humas BEM tidak memberikan konfirmasi apapun terkait kejadian perkelahian ini.
Penulis: Jasson Aditya Sudrajat
Editor: Muhamad Rizki Pirdaus








