Media Parahyangan – Masalah kursi sempit yang ada di Fakultas Hukum Universitas Parahyangan (Unpar) Gedung Dua kini menjadi sorotan di kalangan mahasiswa. Sejumlah mahasiswa mengeluhkan kondisi ruang kelas yang semakin tidak nyaman akibat ruang duduk yang terlalu sempit.
Keluhan ini mencuat dari para mahasiswa yang menghadapi jadwal kuliah padat dengan kapasitas ruang yang tidak mencukupi. Kami memilih mewawancarai mahasiswa dengan fisik yang besar, mereka merasa kesulitan untuk mendapatkan posisi duduk yang nyaman, bahkan beberapa di antaranya merasa terpaksa duduk berdesakan karena ruang yang terbatas.
“Sempit mas jujur buat ngetik pake laptop gaenak, kadang juga malah gaenak sama kanan kiri buat keluar cuman kelas penuh jadi gada pilihan kalo dateng kurang awal,” ujar Jiro, seorang mahasiswa angkatan 23.
Masalah ini terkait dengan ketidaknyamanan fisik, berdampak pada kualitas perkuliahan mahasiswa terutama yang berbadan besar. Banyak mahasiswa merasa terganggu dengan kondisi kursi yang sempit, terutama pada mata kuliah yang membutuhkan diskusi atau interaksi aktif antara mahasiswa dan dosen.
Beberapa mahasiswa mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum ada solusi yang signifikan dari pihak fakultas.
“Saya ngerasa ga enak si kadang buat nyatet dan menulis apalagi kalau udah pekan ujian kan banyak tuh jenisnya ada yang pilihan ganda ada yang essay, kadang susah aja dipake nulis” ujar Rifki, mahasiswa lainnya.
Ketidaknyamanan ini pun dirasakan ketika kita memperhatikan bentuk meja yang melekat pada kursi. Betul sekali semua meja berada di posisi kanan tubuh ketika duduk, mengakibatkan beberapa mahasiswa kidal tidak merasakan kenyamanan pada saat perkuliahan. Hal ini dikonfirmasi oleh Dr. Anne Safrina Kurniasari, S.H., LL.M., salah satu dosen Fakultas Hukum yang pernah juga menjabat sebagai Wakil Dekan 2.
“Jaman saya menjabat dulu, saya sediakan kursi lipat untuk anak anak yang kidal. Kasihan juga saya ngeliatnya jadi ga enak belajar nya,” ujar Anne.
Mahasiswa berharap agar keluhan ini segera mendapat perhatian lebih agar dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas perkuliahan di kampus mereka. Namun nilai baiknya adalah kemampuan kita untuk memaksimalkan apa yang kita punya terasah dengan bijak.
Sementara itu, pihak Fakultas Hukum Unpar belum memberikan pernyataan resmi mengenai masalah ini. Namun, beberapa sumber di dalam fakultas menyebutkan bahwa pihak administrasi sedang memikirkan opsi-opsi untuk mengatasi permasalahan fasilitas, meskipun belum ada jadwal pasti kapan perubahan akan dilakukan.
Penulis: Galih Wiratama
Editor: Jasson Aditya Sudrajat










