Media Parahyangan – Makanan adalah salah satu hal yang krusial bagi manusia, sehingga pengelolaannya harus diperhatikan. Makanan basi terjadi karena perubahan kondisi terhadap makanan sehingga terjadi penurunan kualitas dan kelayakan untuk dikonsumsi. Terjadinya penurunan kualitas terhadap makanan disebabkan oleh makanan disimpan dalam suhu rendah sehingga memungkinkan bakteri untuk berkembang dan merusak makanan. Namun, apa yang terjadi jika manusia mengkonsumsi makanan basi?
Bau menyengat menyeruak kala panitia inisiasi dan adaptasi melakukan pengecekan terhadap makanan berat yang akan didistribusikan kepada mahasiswa baru peserta hari ke – 2 (28/08) dan hari ke- 3 (29/09) SIAP 2024. Lunch box yang diterima oleh panitia dinyatakan tidak layak untuk dikonsumsi. Peserta inisiasi terpaksa menunggu makan siang baru yang tiba kurang lebih satu jam pada hari ke – 2 dan pada hari ke – 3 mahasiswa baru dibubarkan lantaran makanan berat yang diterima ditemukan dalam keadaan tidak layak konsumsi, lagi. Namun, pada hari ke – 2, terdapat beberapa mahasiswa baru yang terlanjur mengkonsumsi makan siang basi tersebut sehingga menyebabkan diare.
Jenis makanan yang teridentifikasi dalam keadaan tidak layak konsumsi adalah ayam suwir. Lauk tersebut mengeluarkan bau tidak sedap yang menunjukkan salah satu ciri-ciri makanan basi. Yang masih ditemukan dalam keadaan layak konsumsi hanya bakwan. Pada hari sebelumnya, terdapat beberapa keluhan dari mahasiswa baru Fakultas Hukum yang menyatakan bahwa salah satu dari makanan ringan yaitu risol yang mereka terima ternyata dalam keadaan basi.
Peserta inisiasi menyuarakan kekecewaan mereka melalui forum terbuka unparconfession. Salah satunya yaitu ujaran mengenai nominal yang dibayarkan oleh mahasiswa baru untuk menjadi bagian dari UNPAR tidaklah sedikit, namun, perlakuan yang mereka terima tidak seimbang dengan jumlah uang yang dikeluarkan.
Penulis menilai direktorat kemahasiswaan lalai dalam melakukan pengawasan terhadap makanan berat dan makanan ringan yang diterima oleh peserta inisiasi. Kelalaian ditmawa berpotensi menyebabkan peserta mengalami keracunan makanan. Sangat disayangkan bahwa tidak adanya pengecekan ulang dan protokol makanan yang dilakukan oleh ditmawa. Dari kejadian ini, mahasiswa jadi mempertanyakan kesiapan Direktorat Kemahasiswaan dalam melakukan perencanaan rangkaian acara Inisiasi Dan Adaptasi 2024.
Melalui akun instagram resmi SIAP 2024, pihak panitia mengeluarkan pernyataan permintaan maaf terkait makanan tidak layak konsumsi yang diterima oleh peserta inisiasi pada Rabu (28/08), panitia menyatakan bahwa mereka hanya ditugaskan untuk mendistribusikan konsumsi oleh pihak Direktorat Kemahasiswaan, terkait hal pemesanan atau lainnya bukan merupakan tanggung jawab pihak panitia. Namun, hingga saat ini, Direktorat Kemahasiswaan UNPAR selaku penanggung jawab dalam hal sebagai pihak pemesan konsumsi belum memberikan respon apapun terkait makanan tidak layak konsumsi yang didistribusikan kepada mahasiswa baru peserta Inisiasi Dan Adaptasi 2024.
Penulis: Triana Pratiwi
Editor: Rariq Muhammad








