Media Parahyangan
Advertisement
  • Home
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Editorial
    • Feature
    • Interview
  • Seri Kajian Khusus
    • Understanding Issues
    • Arsip Zine
    • Buku
  • Kolom Opini
    • Opini
    • Submisi
    • Esai
  • Culture
    • Seni
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Editorial
    • Feature
    • Interview
  • Seri Kajian Khusus
    • Understanding Issues
    • Arsip Zine
    • Buku
  • Kolom Opini
    • Opini
    • Submisi
    • Esai
  • Culture
    • Seni
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Media Parahyangan
No Result
View All Result
Home Liputan Kampus

Sempat Memperingati Supersemar, BEM UNPAR Tarik Kembali Unggahan Mereka

by Media Parahyangan
20 March 2026
in Liputan Kampus
0
Sempat Memperingati Supersemar, BEM UNPAR Tarik Kembali Unggahan Mereka
551
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Media Parahyangan – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNPAR mengunggah peringatan Supersemar yang langsung ditarik kembali. Unggahan ini menuai komentar dari Kolektif Parahyangan Menggugat (KPM) yang menganggap unggahan ini sama saja dengan memperingati peralihan orde baru di Indonesia.

Pada Rabu, (18/03) lalu, BEM UNPAR melalui laman Instagram resmi mereka mengunggah sebuah peringatan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Berdasarkan unggahan tersebut, BEM UNPAR berpendapat bahwa Supersemar menjadi simbol transisi kepemimpinan dan semangat perjuangan baru.

Unggahan ini kemudian ditarik kembali tanpa keterangan resmi apapun. Sebelum sempat ditarik, KPM yang dikenal sebagai kelompok pergerakan di UNPAR memberikan komentar terhadap unggahan ini yang dianggap memperingati peralihan ke Orde Baru yang dikenal terjadi banyak pelanggaran HAM. 

“…ketika kampus lain sibuk melawan bangkitnya kembali watak kekuasaan Orde Baru (Orba), BEM UNPAR malah dengan cerdas memperingati hari lahirnya Orba. Bayangkan perasaan dari mereka yang keluarga atau individunya menjadi korban ketika rezim soeharto berkuasa,” ujar salah satu simpatisan KPM yang enggan disebutkan namanya.

Melalui Story Instagram mereka, KPM juga menuntut adanya klarifikasi dari pihak BEM. Namun, sentilan keras dari KPM ini ternyata belum digubris oleh pihak BEM.

“Tidak ada sama sekali respon. Mereka hanya menghapus postingan tersebut tanpa ada permintaan maaf atas kedunguan yang mereka miliki dan sebarkan pada media resmi yang mereka miliki,” ujar simpatisan KPM ketika ditanyakan perihal penarikan kembali unggahan BEM.

Tim Media Parahyangan sudah berusaha menghubungi pihak BEM. Namun pihak BEM baru membuka kesempatan untuk wawancara setelah masuk kembali pasca libur Idul Fitri. Adapun upaya untuk rekonsiliasi antara pihak BEM dan KPM sedang berlangsung berdasarkan narasumber anonim yang kami dapat.

Apa Itu Supersemar?

Supersemar sendiri muncul diakibatkan gelombang demonstrasi yang kian memuncak pasca peristiwa G30S. Melihat kondisi yang kian memanas, Soekarno mengeluarkan surat perintah kepada Soeharto untuk mengamankan kondisi negara. Surat perintah itulah yang kemudian hari disebut Supersemar. Sayangnya surat perintah ini dikelilingi oleh banyak kontroversi, mulai dari naskahnya yang banyak dipertanyakan keasliannya hingga isi dari surat perintah yang dianggap rancu.

Supersemar dapat dikatakan sebagai transisi Indonesia dari Orde Lama menuju Orde Baru. Namun, terdapat efek jangka panjang yang terasa melalui kiprah Soeharto saat menjadi presiden selama 32 tahun. Era Orde Baru bukan hanya menjadi era kemajuan ekonomi. Namun, Orde Baru menjadi era yang kental akan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serta pembungkaman kebebasan berpendapat. 

Pelanggaran HAM yang terjadi bahkan sudah ada semenjak Supersemar ini berlaku. Hal ini terlihat dari pembantaian terhadap pihak-pihak yang dituding terafiliasi dengan PKI pada tahun 1965 hingga 1966. Puncaknya, terjadi pada tahun 1998 dimana terjadinya penghilangan paksa aktivis hingga pemerkosaan massal yang terjadi pada etnis Tionghoa. Supersemar bukanlah hanya surat transisi kekuasaan saja, tetapi ia menjadi titik terpenting sejarah Indonesia menuju pemimpin yang paling kontroversial hingga kini.

 

Penulis: Joshua Adriel Suhandi dan Jasson Aditya Sudrajat 

Editor: M. Fadhil “Dilly” Luqmaan

Tags: 30 SeptemberBEM UNPARHAMPM UNPAR
Media Parahyangan

Media Parahyangan

Next Post
Sempat Hilang setelah memperingati Supersemar, BEM akhirnya meminta maaf

Sempat Hilang setelah memperingati Supersemar, BEM akhirnya meminta maaf

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

15 November 2024
Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

29 November 2024
#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

29 August 2024
Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

2
Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

0
Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

0
Optimalisasi Kesiapan Infrastruktur Pelayanan Publik dalam Perlindungan Kekerasan Seksual

Optimalisasi Kesiapan Infrastruktur Pelayanan Publik dalam Perlindungan Kekerasan Seksual

1 August 2026
Saat Tim Medis ditahan : Dugaan Pelanggaran Prosedur Hukum Saat Aksi Juni

Saat Tim Medis ditahan : Dugaan Pelanggaran Prosedur Hukum Saat Aksi Juni

30 July 2026
Aksi Massa ‘Indonesia Disaster’ Hari Ke-2 : Orasi dihalang Kembang Api

Aksi Massa ‘Indonesia Disaster’ Hari Ke-2 : Orasi dihalang Kembang Api

17 June 2026
Follow Our Social Media
Spotify Instagram Youtube

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pertanyaan Umum (FaQ)
  • Guideline Kolom Submisi
  • Pendaftaran Anggota Jurnalis MedPar

Kontak

  • Email Kolom Submisi : kompendiumprodukmp@gmail.com
  • Email Media Partner : ukm_mp@unpar.ac.id

Alamat

Jl. Ciumbuleuit No.94, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141

Copyright © 2023 Media Parahyangan

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Editorial
    • Feature
    • Interview
  • Seri Kajian Khusus
    • Understanding Issues
    • Arsip Zine
    • Buku
  • Kolom Opini
    • Opini
    • Submisi
    • Esai
  • Culture
    • Seni
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist