Media Parahyangan
Advertisement
  • Home
  • Berita
    • Bandung
    • Nasional
    • Liputan Kampus
    • Editorial
  • Sesi Kajian Khusus
    • Understanding Issues
  • Kolom Parahyangan
    • Opini
    • Esai
    • Interview
    • Podcast
  • Culture
    • Musik
    • Seni
    • Buku
    • Lifestyle
  • Galeri
  • Majalah
  • Arsip
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Bandung
    • Nasional
    • Liputan Kampus
    • Editorial
  • Sesi Kajian Khusus
    • Understanding Issues
  • Kolom Parahyangan
    • Opini
    • Esai
    • Interview
    • Podcast
  • Culture
    • Musik
    • Seni
    • Buku
    • Lifestyle
  • Galeri
  • Majalah
  • Arsip
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Media Parahyangan
No Result
View All Result
Home Liputan Kampus

Sempat Memperingati Supersemar, BEM UNPAR Tarik Kembali Unggahan Mereka

Media Parahyangan by Media Parahyangan
20 March 2026
in Liputan Kampus
Sempat Memperingati Supersemar, BEM UNPAR Tarik Kembali Unggahan Mereka

Media Parahyangan – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNPAR mengunggah peringatan Supersemar yang langsung ditarik kembali. Unggahan ini menuai komentar dari Kolektif Parahyangan Menggugat (KPM) yang menganggap unggahan ini sama saja dengan memperingati peralihan orde baru di Indonesia.

Pada Rabu, (18/03) lalu, BEM UNPAR melalui laman Instagram resmi mereka mengunggah sebuah peringatan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Berdasarkan unggahan tersebut, BEM UNPAR berpendapat bahwa Supersemar menjadi simbol transisi kepemimpinan dan semangat perjuangan baru.

Unggahan ini kemudian ditarik kembali tanpa keterangan resmi apapun. Sebelum sempat ditarik, KPM yang dikenal sebagai kelompok pergerakan di UNPAR memberikan komentar terhadap unggahan ini yang dianggap memperingati peralihan ke Orde Baru yang dikenal terjadi banyak pelanggaran HAM. 

“…ketika kampus lain sibuk melawan bangkitnya kembali watak kekuasaan Orde Baru (Orba), BEM UNPAR malah dengan cerdas memperingati hari lahirnya Orba. Bayangkan perasaan dari mereka yang keluarga atau individunya menjadi korban ketika rezim soeharto berkuasa,” ujar salah satu simpatisan KPM yang enggan disebutkan namanya.

Melalui Story Instagram mereka, KPM juga menuntut adanya klarifikasi dari pihak BEM. Namun, sentilan keras dari KPM ini ternyata belum digubris oleh pihak BEM.

“Tidak ada sama sekali respon. Mereka hanya menghapus postingan tersebut tanpa ada permintaan maaf atas kedunguan yang mereka miliki dan sebarkan pada media resmi yang mereka miliki,” ujar simpatisan KPM ketika ditanyakan perihal penarikan kembali unggahan BEM.

Tim Media Parahyangan sudah berusaha menghubungi pihak BEM. Namun pihak BEM baru membuka kesempatan untuk wawancara setelah masuk kembali pasca libur Idul Fitri. Adapun upaya untuk rekonsiliasi antara pihak BEM dan KPM sedang berlangsung berdasarkan narasumber anonim yang kami dapat.

Apa Itu Supersemar?

Supersemar sendiri muncul diakibatkan gelombang demonstrasi yang kian memuncak pasca peristiwa G30S. Melihat kondisi yang kian memanas, Soekarno mengeluarkan surat perintah kepada Soeharto untuk mengamankan kondisi negara. Surat perintah itulah yang kemudian hari disebut Supersemar. Sayangnya surat perintah ini dikelilingi oleh banyak kontroversi, mulai dari naskahnya yang banyak dipertanyakan keasliannya hingga isi dari surat perintah yang dianggap rancu.

Supersemar dapat dikatakan sebagai transisi Indonesia dari Orde Lama menuju Orde Baru. Namun, terdapat efek jangka panjang yang terasa melalui kiprah Soeharto saat menjadi presiden selama 32 tahun. Era Orde Baru bukan hanya menjadi era kemajuan ekonomi. Namun, Orde Baru menjadi era yang kental akan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serta pembungkaman kebebasan berpendapat. 

Pelanggaran HAM yang terjadi bahkan sudah ada semenjak Supersemar ini berlaku. Hal ini terlihat dari pembantaian terhadap pihak-pihak yang dituding terafiliasi dengan PKI pada tahun 1965 hingga 1966. Puncaknya, terjadi pada tahun 1998 dimana terjadinya penghilangan paksa aktivis hingga pemerkosaan massal yang terjadi pada etnis Tionghoa. Supersemar bukanlah hanya surat transisi kekuasaan saja, tetapi ia menjadi titik terpenting sejarah Indonesia menuju pemimpin yang paling kontroversial hingga kini.

 

Penulis: Joshua Adriel Suhandi dan Jasson Aditya Sudrajat 

Editor: M. Fadhil “Dilly” Luqmaan

Tags: 30 SeptemberBEM UNPARHAMPM UNPAR
Previous Post

Upaya Pembunuhan terhadap Andrie Yunus Bukan sekedar Pelanggaran HAM

Next Post

Sempat Hilang setelah memperingati Supersemar, BEM akhirnya meminta maaf

Post Terkait

#MenujuIndonesiaBangkrut : Aksi Gabungan Mahasiswa Bandung menjelang anjloknya Rupiah
Nasional

#MenujuIndonesiaBangkrut : Aksi Gabungan Mahasiswa Bandung menjelang anjloknya Rupiah

14 June 2026
Sempat Hilang setelah memperingati Supersemar, BEM akhirnya meminta maaf
Liputan Kampus

Sempat Hilang setelah memperingati Supersemar, BEM akhirnya meminta maaf

28 March 2026
Kilas Balik Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di Unpar
Liputan Kampus

Kilas Balik Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di Unpar

27 February 2026
Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?
Liputan Kampus

Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

27 November 2025
Teror Danus Proker: Ada yang Salah dengan Metode Pencarian Dana Tambahan?
Liputan Kampus

Teror Danus Proker: Ada yang Salah dengan Metode Pencarian Dana Tambahan?

13 November 2025
Pemilihan Umum PM Resmi Dimulai, Simak Tata Cara Memilih Melalui Website
Liputan Kampus

Pemilihan Umum PM Resmi Dimulai, Simak Tata Cara Memilih Melalui Website

10 November 2025
Next Post
Sempat Hilang setelah memperingati Supersemar, BEM akhirnya meminta maaf

Sempat Hilang setelah memperingati Supersemar, BEM akhirnya meminta maaf

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

  • Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

    Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • #TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Memperingati Supersemar, BEM UNPAR Tarik Kembali Unggahan Mereka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantin Unpar Sudah Buka, Mahasiswa: Banyak Alternatif yang Lebih Murah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Ketidakstabilan Ekonomi Menciptakan Pelecehan Hak Asasi Manusia Etnis Tionghoa”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kencangkan Sabuk Pengaman, Per Semester Ganjil 2025/2026 UKT Tahap Satu Naik!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Kesenjangan Gender di Era Modern: Menghadapi Sistem yang  Menyudutkan Perempuan” 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Follow Our Social Media
Spotify Instagram Youtube

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pertanyaan Umum (FaQ)
  • Guideline Kolom Submisi
  • Pendaftaran Anggota Jurnalis MedPar

Kontak

  • Email Kolom Submisi : kompendiumprodukmp@gmail.com
  • Email Media Partner : ukm_mp@unpar.ac.id

Alamat

Jl. Ciumbuleuit No.94, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141

Copyright © 2023 Media Parahyangan

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Bandung
    • Nasional
    • Liputan Kampus
    • Editorial
  • Sesi Kajian Khusus
    • Understanding Issues
  • Kolom Parahyangan
    • Opini
    • Esai
    • Interview
    • Podcast
  • Culture
    • Musik
    • Seni
    • Buku
    • Lifestyle
  • Galeri
  • Majalah
  • Arsip
  • Tentang Kami

© 2024 Media Parahyangan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist