Media Parahyangan
Advertisement
  • Home
  • Berita
    • Bandung
    • Nasional
    • Liputan Kampus
    • Editorial
  • Sesi Kajian Khusus
    • Understanding Issues
  • Kolom Parahyangan
    • Opini
    • Esai
    • Interview
    • Podcast
  • Culture
    • Musik
    • Seni
    • Buku
    • Lifestyle
  • Galeri
  • Majalah
  • Arsip
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Bandung
    • Nasional
    • Liputan Kampus
    • Editorial
  • Sesi Kajian Khusus
    • Understanding Issues
  • Kolom Parahyangan
    • Opini
    • Esai
    • Interview
    • Podcast
  • Culture
    • Musik
    • Seni
    • Buku
    • Lifestyle
  • Galeri
  • Majalah
  • Arsip
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Media Parahyangan
No Result
View All Result
Home Bandung

Black September: Upaya Bandung Merawat Ingatan Dari Rentetan Pelanggaran HAM

Media Parahyangan by Media Parahyangan
15 September 2024
in Bandung, Nasional
Black September: Upaya Bandung Merawat Ingatan  Dari Rentetan Pelanggaran HAM

Media Parahyangan – Bandung, (14/09/24) di gedung pembelajaran Prancis (IFI Bandung) dihelat agenda “Black September” untuk mengingat berbagai  pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) yang terjadi di Indonesia. Momentum ini digawangi beberapa aktor pembela HAM Kota Bandung seperti Grimloc Record, KontraS, Koalisi September Hitam, dan masih banyak lainya. Selain Sesi diskusi, acara juga menampilkan sejumlah agenda lain seperti pameran grafis, sablon gratis, dan sesi dengar audio-visual. 

“Black September” atau September Hitam merupakan upaya untuk merawat ingatan kolektif atas kejadian  kejadian masa  lampau maupun kontemporer yang terjadi di bulan September dalam kaitannya dengan pelanggaran HAM di Indonesia. Kasus-kasus tersebut seperti  Pembunuhan Munir (7/9/2004), Tragedi Semanggi I dan II (tanggal berapa) dan akhir-akhir ini terjadi seperti Peristiwa Kanjuruhan ( tanggal berapa ) dan Tragedi Rempang (tanggal berapa). Sejatinya, ini (peringatan) bukan hal yang baru di Indonesia. Umurnya sudah lebih dari 15 tahun, apabila dihitung sejak aksi kamisan, dimana perhelatan September Hitam pada umumnya digelar bersamaan dengan Aksi Kamisan sepanjang Bulan September. Berbagai masyarakat di daerah-daerah punya caranya sendiri untuk merawat ingatan kolektif atas dosa negara pada rakyatnya tersebut, termasuk masyarakat Kota Bandung. 

Seutas Tali Pelanggaran HAM di Indonesia

Koridor pelanggaran HAM di Indonesia adalah permasalahan usang yang tak pernah serius diselesaikan  oleh negara. Justru jumlah kasusnya  memiliki kecenderungan meningkat. 

Dalam sesi diskusi acara Black September, pengunjung dibawa masuk ke rentetan kejadian-kejadian yang terjadi. Kesaksian korban membawa kepada kalut memori kelam yang dialaminya pada bulan ini. Rezim berganti rezim rasanya cukup hadir dan berlalu meninggalkan tanggung jawab penyelesaian apa yang terjadi. Belum ada upaya progresif terhadap penyelesaian kasus yang dilakukan oleh negara. Korban menggarisbawahi pentingnya penyelesaian sebagai itikad serius negara dalam penanganan pelanggaran HAM yang terjadi, bukan malah menimbulkan kasus baru dan menumpuk permasalahan yang sudah terjadi.

“Penting sekali untuk mengambil langkah yang tepat atas permasalahan yang terjadi, karena tindakan negara yang begitu keras gak boleh didiamkan, hal ini dapat menjalar kemana-mana, seperti kanker dalam tubuh kita yang perlahan-lahan menjalar menggerogoti tubuh dan mati, begitupun dengan hal ini jika didiamkan ya bakal mati dan menjalar juga,” tegas Warga Rempang dalam acara Black September

Bandung, Hitam, dan September

Gedung IFI didominasi oleh orang-orang dengan pakaian hitam dengan tujuan  mengenang   para korban pelanggaran HAM  Pemilihan  gedung pembelajaran Prancis ini membawa pesan tersirat pada pengunjung bahwa   kebudayaan Prancis dapat diterapkan untuk menghakimi negara atas kejahatan-kejahatan kepada warganya. 

“Gedung ini, gedung pembelajaran Prancis kayaknya asik juga ya kebudayaan-kebudayaan negara itu kita pake buat hakimin negara atas semua perbuatannya,” tegas Heru, pengunjung acara Black September.

 Salah satu yang paling mendapatkan  atensi pengunjung  adalah sablon gratis untuk menghiasi kaos polos dengan desain khusus untuk perayaan September Hitam (State Murders). 

“Ikut nyablon kaos sih pertama untuk bersolidaritas untuk korban, yang kedua sih aku pengen mendidik diri untuk paham betul perilaku negara kepada warganya ternyata jahat juga ya, nah hal itu aku lampiaskan dengan nyablon baju dan bagi ku sih udah dirangkum ya lewat desain baju ini buat mencerminkan perilaku negara kepada warganya,” ucap Kayla, pengunjung di acara tersebut.

___

Penulis: Muhamad Rizki Pirdaus

Editor: Rariq Muhammad

Previous Post

Kantin Unpar Sudah Buka, Mahasiswa: Banyak Alternatif yang Lebih Murah

Next Post

Diskusi Publik di Dago Elos: Menghitung Hari Menuju Sidang Putusan!

Post Terkait

#MenujuIndonesiaBangkrut : Aksi Gabungan Mahasiswa Bandung menjelang anjloknya Rupiah
Nasional

#MenujuIndonesiaBangkrut : Aksi Gabungan Mahasiswa Bandung menjelang anjloknya Rupiah

14 June 2026
IGRS Menjadi Bukti dari Inkompetensi Kemkomdigi dalam Mengurus Industri Digital
Understanding Issues

IGRS Menjadi Bukti dari Inkompetensi Kemkomdigi dalam Mengurus Industri Digital

26 April 2026
Budaya percakapan seksual laki-laki: Sudahkah Perempuan Memiliki Otonomi atas Tubuh?
Nasional

Budaya percakapan seksual laki-laki: Sudahkah Perempuan Memiliki Otonomi atas Tubuh?

18 April 2026
Upaya Pembunuhan terhadap Andrie Yunus Bukan sekedar Pelanggaran HAM
Nasional

Upaya Pembunuhan terhadap Andrie Yunus Bukan sekedar Pelanggaran HAM

17 March 2026
Menolak Lupa: Very Kurnia, Korban Salah Tangkap Demo Augustus Lalu
Bandung

Menolak Lupa: Very Kurnia, Korban Salah Tangkap Demo Augustus Lalu

29 January 2026
Monopoli BBM : Menjaga Kedaulatan Negara atau Kematian Persaingan Pasar
Esai

Monopoli BBM : Menjaga Kedaulatan Negara atau Kematian Persaingan Pasar

13 January 2026
Next Post
Diskusi Publik di Dago Elos: Menghitung Hari Menuju Sidang Putusan!

Diskusi Publik di Dago Elos: Menghitung Hari Menuju Sidang Putusan!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

  • Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

    Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • #TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Memperingati Supersemar, BEM UNPAR Tarik Kembali Unggahan Mereka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantin Unpar Sudah Buka, Mahasiswa: Banyak Alternatif yang Lebih Murah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Ketidakstabilan Ekonomi Menciptakan Pelecehan Hak Asasi Manusia Etnis Tionghoa”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kencangkan Sabuk Pengaman, Per Semester Ganjil 2025/2026 UKT Tahap Satu Naik!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Kesenjangan Gender di Era Modern: Menghadapi Sistem yang  Menyudutkan Perempuan” 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Follow Our Social Media
Spotify Instagram Youtube

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pertanyaan Umum (FaQ)
  • Guideline Kolom Submisi
  • Pendaftaran Anggota Jurnalis MedPar

Kontak

  • Email Kolom Submisi : kompendiumprodukmp@gmail.com
  • Email Media Partner : ukm_mp@unpar.ac.id

Alamat

Jl. Ciumbuleuit No.94, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141

Copyright © 2023 Media Parahyangan

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Bandung
    • Nasional
    • Liputan Kampus
    • Editorial
  • Sesi Kajian Khusus
    • Understanding Issues
  • Kolom Parahyangan
    • Opini
    • Esai
    • Interview
    • Podcast
  • Culture
    • Musik
    • Seni
    • Buku
    • Lifestyle
  • Galeri
  • Majalah
  • Arsip
  • Tentang Kami

© 2024 Media Parahyangan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist