Media Parahyangan – Periode 5-7 Agustus merupakan jangka waktu yang penting bagi semua mahasiswa UNPAR baik yang sedang libur atau menjalani semester pendek. Jangka waktu ini menandakan pengisian Formulir Rencana Studi (FRS) untuk semester berikutnya. Meskipun tanggapan setiap mahasiswa berbeda, baik dari tingkatan semester atau program studi yang ia jalani, sebagian besar mahasiswa sudah pasti mengikuti rutinitas yang sama.
Bangun pagi sebelum Jam 08.00, kemudian bersiap membuka laman FRS/PRS di Student Portal sambil menunggu hitung mundur sampai tombol “Mulai FRS” dapat ditekan. Namun, kali ini sebagian besar mahasiswa justru disambut oleh laman error.
Seorang mahasiswa yang disamarkan namanya dikejutkan oleh laman error ketika ia menyelesaikan pengisian FRS. Dari saksi yang diberikan, laman ini berlangsung selama kurang lebih satu jam sebelum laman kembali normal dan pengisian terkonfirmasi aman.
Meskipun pada pandangan pertama kejadian ini bisa terbilang biasa, curhatan mahasiswa lain mengungkap sebaliknya. Tidak lama, akun Instagram Unparconfession dibanjiri keluhan serupa dimana laman error FRS banyak yang memberatkan rencana studi mereka untuk semester depan.
Setiap prodi memiliki kuota kelas yang tersedia setiap semester pasti terbatas, terutama bagi beberapa mata kuliah yang hanya tersedia di semester tertentu. Jika tidak terkejar tepat waktu, maka terpaksa diambil semester berikutnya. Situasi ini belum mempertimbangkan bahwa setiap program studi memiliki ciri khas prosedur FRS-nya masing-masing. Prosedur tersebut bisa merupakan kewajiban menghadapi Dosen Wali secara langsung atau ketentuan nilai tertentu yang berdampak pada maksimum pengambilan mata kuliah.
Hal tersebut berkontribusi pada persaingan sengit pada masa pengisian FRS. Mahasiswa berbondong-bondong mengisi kuota kelas yang kian terbatas, keterlambatan satu jam saja bisa berpotensi menambah jatah satu semester. Situasi ini merupakan kabar yang kurang baik bagi mahasiswa yang ingin menargetkan kelulusan lebih cepat.
Hal ini seharusnya juga harus mendapat perhatian lanjut dari pihak Kampus. Masalah mengenai Student Portal merupakan isu yang berulang, khususnya mengenai lambatnya laju website menjelang puncak jumlah mahasiswa pengguna.
Salah satu caranya adalah dengan menciptakan pengatur traffic jumlah pengguna website melonjak. Jika kita melihat dari pengalaman para mahasiswa hendak mengisi FRS, kita dapat menyimpulkan bahwa server mengalami over-capacity yang menyebabkan website tidak berjalan semestinya. Salah satu caranya adalah dengan menciptakan pengatur traffic saat banyak pengguna yang mengakses website. Dalam kasus ini, para mahasiswa yang ingin mengisi FRS tidak langsung membuat server website menjadi over kapasitas sehingga website masih dapat tetap diakses tanpa banyak gangguan.
Dengan demikian, tingginya ketergantungan mahasiswa pada Student Portal membuat ketahanan website hal yang krusial. Jika penanganan server perlu dipertanyakan, bagaimana website resmi kampus lainnya? Apakah kawan kampus ada keresahan serupa? bisa diketik di kolom komentar.
Penulis : Tim Redaksi Media Parahyangan
Editor : Fadhil “Dilly” Luqmaan










