Media Parahyangan – Sastra dan Teater Unpar (Satre) pada Kamis, (30/5) kembali mengadakan acara tahunan mereka yaitu Mimbar Satre (Mitre). Pada Mitre tahun ini, Satre mencoba sebuah konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Berbeda dari tahun sebelumnya yang berfokus pada mimbar bebas, Mitre pada tahun ini mencoba untuk menambahkan pameran seni hasil submisi karya dari mahasiswa Unpar sebagai pelengkap acara.
Pada acara kali ini tentunya masih ada rangkaian acara utama berisi penampilan-penampilan di atas mimbar bebas. Rangkaian acara dibuka dengan Opening Ceremony dari Satre. Pada pembukaan ini Satre Unpar menampilkan teatrikal puisi yang interaktif. Teatrikal puisi ini ditutup dengan mengajak penonton untuk ikut membuat lukisan abstrak. Setelah itu acara dilanjutkan dengan penampilan di atas mimbar bebas. Penampilan ini mencakup pembacaan puisi, band, hingga orasi.

Pada sesi pertama, di sela penampilan dari mahasiswa terdapat Talk Show dengan narasumber Mas Waluyo seorang pegiat bambu dan Kang Usep seorang pegiat lingkungan. Pada mata acara ini Mas Waluyo membahas terkait bambu dan manfaatnya. Namun tidak berhenti pada penjelasan terkait bambu, terdapat pesan yang ingin dibawakan oleh para narasumber. Pesan tersebut adalah bagaimana kita harus menjaga alam.
“Kurangi penggunaan plastik demi terciptanya lingkungan yang bersih.” Tutur Mas Waluyo sembari menutup Talk Show.

Sesi pertama ditutup dengan penampilan dari Numan seorang mahasiswa pertukaran dari Australia yang membacakan puisi dengan pesan yang mendalam.

Setelah istirahat selama kurang lebih 30 menit, sesi ke dua dimulai. Sesi ke dua dibuka dengan penampilan puisi dari Satre. Puisi yang berisi kritik terhadap kehidupan tersebut berhasil merebut atensi penonton.
Selanjutnya tiba penampilan yang sudah ditunggu-tunggu oleh penonton, penampilan pantomim dari Guest Star Wanggi Hoed. Penampilan pantomim ini juga turut melibatkan penonton. Selain itu terdapat pesan tersirat yang dicoba untuk disampaikan kepada penonton.

Setelah penampilan dari Wanggi Hoed berakhir, acara dilanjutkan dengan penampilan dari mahasiswa kembali. Yang berbeda dari penampilan yang ada pada acara kali ini adalah penampilan dari band The Mojo Hands yang membawakan beberapa lagu dengan jamming blues sebagai pembuka dan penutup.
Acara ditutup dengan penampilan dramatic reading dari divisi teater Satre.
Penulis: Jasson Aditya Sudrajat








