Media Parahyangan – Pada Jumat, (07/06) Senat Mahasiswa (SM) Unpar mengadakan program Sore Bersama Rektor (Sober) yang dilaksanakan di lobi lantai 1 gedung rektorat. Program ini berbentuk kegiatan ngobrol santai antara Rektor beserta jajarannya dengan para mahasiswa. Pada Sober kali ini, tema yang diangkat adalah transformasi Unpar dari masa ke masa.
Acara dibuka dengan cerita dari rektor beserta jajarannya yang menceritakan bagaimana kehidupan mereka semasa masih berkuliah di Unpar. Mereka bercerita bahwa suasana kampus yang sekarang itu berbeda jika dibandingkan dengan Unpar di zaman dulu. Sesi sharing ini juga diadakan secara interaktif dimana salah satu jajaran rektor bertanya kepada mahasiswa tentang apa saja transformasi yang dialami Unpar selama beberapa waktu ke belakang.
Banyak dari mahasiswa yang mencoba untuk menjawab pertanyaan terkait transformasi Unpar tersebut. Namun tidak ada mahasiswa yang mengangkat tangan. Secara tiba-tiba ada satu mahasiswa yang memberanikan diri untuk mengangkat tangan.
“…gedung ada yang baru, sama ada satu lagi bu. Parkir jadi bayar” ujar Aldi mahasiswa Administrasi Bisnis 2020.
Jawaban dari Aldi mengundang gelak tawa dari seisi ruangan, yang seakan setuju dengan jawaban yang ia berikan.
Selepas dari sesi sharing, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi ini terdapat 3 mahasiswa yang mendapat kesempatan untuk bertanya.
Hal yang cukup menarik perhatian datang dari pertanyaan Bobi yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum. Bobi bertanya terkait situasi parkir berbayar yang menurutnya tidak melibatkan mahasiswa dan sosialisasinya juga kurang. Selain itu, Bobi juga menanyakan bagaimana situasi kantin yang telah lama tutup semenjak pandemi COVID 19 dan masih belum buka kembali walaupun pandemi telah berakhir.
Bapak Tri Basuki, Selaku Rektor Unpar menjelaskan bahwa kantin akan dibuka kembali. Beliau mengatakan bahwa kantin yang berada di belakang gedung FH akan kembali buka. Beliau juga mengatakan bahwa pihak universitas juga sudah menyiapkan beberapa tempat yang akan dijadikan kantin.
Terkait dengan parkir, beliau menjelaskan bahwa diberlakukannya parkir berbayar sebenarnya untuk mengurangi volume kendaraan dari para mahasiswa yang tinggal di dekat kampus namun kerap kali membawa kendaraan, terutama mobil. Kebijakan parkir berbayar menjadi solusi sebab tidak mungkin pihak kampus melarang mahasiswa untuk membawa kendaraan.
Terkait dengan dibukanya kembali kantin, reporter kami yang mendapat kesempatan untuk bertanya, menanyakan terkait kantin dan bagaimana dengan mantan pedagang kantin Unpar yang hingga saat ini belum bisa berjualan kembali di Unpar.
Pak Tri Basuki menjelaskan bahwa kantin yang akan dibuka kembali berusaha untuk dibuat dengan sistem berbeda dari kantin pada umumnya. Kantin akan dibuat dengan sistem yang menyerupai kantin pada universitas di luar negeri yang juga turut memperhatikan nutrisi. Beliau mengatakan akan mencoba mengikuti sistem kantin seperti di Jepang yang pernah beliau kunjungi sebelumnya.
“Terkait dengan pedagang lama, tentunya akan ada syarat untuk pengajuan. …tentunya butuh persiapan panjang untuk mengajarkan vendor-vendor dalam menyesuaikan dengan sistem kantin yang akan dibuat.” ujar Pak Tri Basuki.
Penulis: Jasson Aditya Sudrajat
Editor: Izzan Natawibawa








