Media Parahyangan
Advertisement
  • Home
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Media Parahyangan
No Result
View All Result
Home Understanding Issues

IGRS Menjadi Bukti dari Inkompetensi Kemkomdigi dalam Mengurus Industri Digital

by Media Parahyangan
30 July 2026
in Nasional, Opini, Understanding Issues
0
IGRS Menjadi Bukti dari Inkompetensi Kemkomdigi dalam Mengurus Industri Digital
507
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Media Parahyangan – Pada hari Minggu (05/04) lalu, Valve mengeluarkan rating umur baru untuk game-game yang beredar melalui platform game digital mereka, Steam. Tetapi Valve tidak lagi menggunakan game rating dari ESRB maupun PEGI. Steam akan menggunakan rating system dari IGRS (Indonesia Game Rating System) yang dinaungi Kemkomdigi. 

Sayangnya reaksi dari mayoritas para gamers yang datang justru kecewa. Bagaimana tidak, hasil rating yang dikeluarkan oleh IGRS dapat dikatakan amburadul. Bayangkan saja untuk game Upin & Ipin Universe yang ditunjukkan untuk anak-anak, malah mendapatkan rating umur 18+ yang ditunjukkan untuk game dewasa. Lucunya game-game dewasa itu banyak yang malah mendapatkan rating umur 3+, rating yang ditunjukkan untuk game yang cocok dimainkan oleh para anak-anak.

Hal yang paling mengkhawatirkan justru datang dari salah satu klasifikasi IGRS yang berpotensi menghambat perkembangan industri game. IGRS ternyata memiliki rating RC yang menjadi rating umur game yang dianggap tidak pantas untuk didistribusikan secara resmi di Indonesia. Beberapa game terkenal seperti Cyberpunk 2077 dan GTA V masuk dalam klasifikasi ini. Sehingga pada saat itu para gamers tak dapat membeli game-game tersebut melalui Steam.

Melalui laman Steam, Valve akhirnya membuka suara terkait masalah rating dari IGRS. Dari pernyataan mereka, Valve sendiri memang mengakui adanya kendala teknis dan miskomunikasi yang menyebabkan semua kegaduhan.

“Kendala teknis dan miskomunikasi menyebabkan adanya kesalahan serta ketidaklengkapan dalam rating yang ditunjukkan sementara dalam Steam di antara tanggal 2 April dan 5 April,” ketik Valve melalui laman Steam. Melalui pernyataan ini pun Valve mengucapkan permohonan maaf kepada para gamer atas ketidaknyamannya.

“Kami meminta maaf atas kebingungan yang disebabkan oleh masalah ini,” ucap Valve dalam menutupi pernyataannya. 

Pihak dari Kemkomdigi sendiri sudah memberikan pernyataan resmi melalui laman IGRS. Sayangnya dalam pernyataan tersebut, tidak ada satupun kata maaf yang keluar dan malah menyudutkan Valve sebagai pihak yang salah dalam segala permasalahan ini. 

“Karena itu, Kemkomdigi akan meminta klarifikasi resmi dari Steam…” ketik Kemkomdigi dalam pernyataanya. Lebih dalam lagi, tak ada pernyataan mengenai peninjauan ulang terhadap sistem penilaian dalam IGRS. Padahal sistem penilaian inilah yang mendapatkan banyak kritikan tajam dari berbagai pihak.

Penting untuk diingat bahwa kami sesungguhnya setuju jika industri digital diregulasi. Kementerian Komunikasi dan Digital atau Kemkomdigi memiliki andil yang besar dalam meregulasi industri digital yang sedang berkembang pesat saat ini. IGRS sebenarnya dapat menjadi cara bagi Kemkomdigi dalam meregulasi industri game.

Sayangnya Komdigi sendiri sering dinilai gagal dalam melaksanakan tugas tersebut. Pasalnya kiprah Kemkomdigi yang dahulu bernama Kominfo ini lebih sering mendapatkan reputasi yang tidak baik dari masyarakat. 

Alih-alih membantu kemajuan dunia digital, Kemkomdigi justru lebih sering terkesan menghambatnya melalui regulasi mereka yang semrawut. Tak jarang justru Kemkomdigi bertindak seperti Menteri Penerangan zaman Orde Baru, yang sering membungkam kebebasan berpendapat.

Pada Kamis (09/04) lalu, pihak Kemkomdigi akhirnya mau melakukan dialog terbuka dengan pelaku usaha industri game lokal melalui Asosiasi Game Indonesia. Beberapa sudah mengutarakan keresehan mereka dalam sistem rating umur terkhusus rating RC, yang dianggap dapat menghambat kemajuan industri game lokal. Meskipun sudah diadakannya diskusi terbuka, sayangnya tak ada pernyataan dari pihak Kemkomdigi mengenai perbaikan sistem penilaian rating umur dari IGRS.

IGRS sebenarnya dapat menjadi titik penting dalam sejarah industri game Indonesia. Mengingat ini menjadi bukti bahwa pemerintah mulai peduli dengan ekosistem industri game Indonesia. Sayangnya IGRS juga menjadi bukti dari inkompetensi dan ketidakpedulian para pembuat kebijakan.

Jelas sebuah kebijakan harus bisa dikritisi agar lebih akurat dan tidak merugikan masyarakat umum. Namun tindakan Kemkomdigi lebih memperlihatkan bahwa mereka lebih takut citra mereka yang sudah buruk semakin dicederai oleh kasus ini. Kemkomdigi harusnya menjadi harapan dalam industri digital yang semakin berkembang ini. Tetapi jangan harapkan itu terjadi selama posisi suatu kementrian masih diisi oleh orang-orang yang tidak kompeten dalam bidang tersebut.

 

Penulis : Joshua Adriel Suhandi

Editor : Fadhil “Dilly” Luqmaan

Tags: GamingHukumIndonesiaSteam
Media Parahyangan

Media Parahyangan

Next Post
#MenujuIndonesiaBangkrut : Aksi Gabungan Mahasiswa Bandung menjelang anjloknya Rupiah

#MenujuIndonesiaBangkrut : Aksi Gabungan Mahasiswa Bandung menjelang anjloknya Rupiah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

15 November 2024
Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

29 November 2024
#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

29 August 2024
Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

2
Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

0
Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

0
1984 : Sejauh mana kita sebenarnya bebas?

1984 : Sejauh mana kita sebenarnya bebas?

2 August 2026
Review Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak : Pelajaran Penting dalam Keamanan Gender

Review Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak : Pelajaran Penting dalam Keamanan Gender

2 August 2026
Optimalisasi Kesiapan Infrastruktur Pelayanan Publik dalam Perlindungan Kekerasan Seksual

Optimalisasi Kesiapan Infrastruktur Pelayanan Publik dalam Perlindungan Kekerasan Seksual

1 August 2026
Follow Our Social Media
Spotify Instagram Youtube

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pertanyaan Umum (FaQ)
  • Guideline Kolom Submisi
  • Pendaftaran Anggota Jurnalis MedPar

Kontak

  • Email Kolom Submisi : kompendiumprodukmp@gmail.com
  • Email Media Partner : ukm_mp@unpar.ac.id

Alamat

Jl. Ciumbuleuit No.94, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141

Copyright © 2023 Media Parahyangan

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist