Media Parahyangan
Advertisement
  • Home
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Media Parahyangan
No Result
View All Result
Home Editorial

Melihat Kembali Salah Satu Nilai Dasar Unpar: Preferential Option for the Poor (Keberpihakan Pada Kaum Papa)

by Media Parahyangan
28 July 2026
in Editorial, Esai, Opini
0
Melihat Kembali Salah Satu Nilai Dasar Unpar: Preferential Option for the Poor (Keberpihakan Pada Kaum Papa)
512
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Media Parahyangan – “Preferential option for the poor” Nilai ini mengakar dari sejarah Gereja yang berpihak pada kaum tertindas. Namun, di tengah realitas kampus kini, apakah semangat itu masih hidup atau mulai tersisih?

Sebelumnya kita perlu ketahui benih dari slogan ini, benih dari slogan tersebut bisa ditemui dari Konsili Vatikan II. Konsili Vatikan II secara signifikan menggeser Katolisisme dari Gereja yang tertutup menjadi Gereja yang terbuka, salah satu gagasan penting yang dibawa dalam konsili ini adalah Gaudium et spes, yang mempromosikan hubungan Gereja Katolik dengan dunia modern, dan juga menekankan bagaimana Gereja harus bertindak terhadap ketidaksetaraan dalam kondisi sosio-ekonomi. Dengan lahirnya gagasan-gagasan baru dari Konsili Vatikan II, sebuah gerakan baru juga lahir dari keluh kesah kaum miskin, kaum tertindas, karena mengetahui bahwa pada masanya, Gereja Katolik seringkali berpihak pada kaum elit, kelas penguasa, dan kaum kaya. Menyadari isi dari Alkitab itu sendiri dan bagaimana Alkitab sebenarnya berpihak pada mereka yang tertindas seperti yang dikatakan oleh Gustav Gutierrez, Bapak Teologi Pembebasan “Allah Keluaran adalah Allah sejarah dan pembebasan politik lebih dari Allah alam ( The God of Exodus is the God of history and of political liberation more than he is the God of nature) “. Mereka mengadakan konferensi di Amerika Latin pada tahun 1968 yang menjadi titik balik bagi gagasan Teologi Pembebasan yang melahirkan ide ‘pilihan istimewa bagi orang miskin’ dan pembentukan Comunidades Eclesiales de Base, sebuah kelompok di mana umat Katolik berkumpul untuk mendiskusikan isu-isu politik dan ekonomi serta melibatkan diri mereka dalam gerakan-gerakan keadilan sosial.

Dengan adanya ketidakadilan politik yang sudah sangat dikenal di dalam masyarakat ini, gagasan ini seharusnya dapat membebaskan masyarakat, tetapi kenyataannya tidak demikian. Teologi Pembebasan adalah salah satu gagasan yang paling kontroversial dalam Gereja Katolik karena hubungannya dengan Marxisme, mengutip pernyataan Paus Benediktus XVI dalam Kongregasi Ajaran Iman (CDF), “Teologi pembebasan tidak dapat diterima ketika menerima secara tidak kritis ideologi Marxisme, perjuangan kelas, dan interpretasi materialis atas sejarah”.

Menurut buku sindu, slogan ini berfokus pada keberpihakan Unpar pada kaum miskin dan tersisih. Unpar mengutamakan pelayanan kepada kelompok marjinal, termasuk kelompok orang miskin. Dalam buku Sindu tertulis bahwa Unpar melaksanakan slogan ini melalui membuka kesempatan kepada mereka yang membutuhkan pendidikan tetapi tidak mampu secara ekonomi.

Sesuai dengan slogan tersebut, Unpar mengaktualisasi nilai tersebut melalui pemberian beasiswa, contohnya beasiswa bantuan keuangan, sampai beasiswa daerah tertinggal. Ada juga pembagian makan gratis yang dilakukan oleh alumni melalui Ramah Food Collective. Selain dari beasiswa dan makan gratis, ada juga program-program yang dilakukan oleh mahasiswa seperti pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Dari mulai program beasiswa yang dilakukan oleh kampus sampai kegiatan mahasiswa, aktualisasi slogan preferential option for the poor membuktikan bahwa semua warga kampus memiliki kewajiban untuk menjalani semangat tersebut.

Namun terlepas dari beasiswa hingga pengabdian masyarakat, kita masih bisa melihat kesan bahwa Unpar sebagai universitas hadir bagi mereka yang mampu saja. Hal ini tercermin melalui kenaikan UKT yang terjadi secara tiba-tiba beberapa waktu yang lalu. Bahkan jika kita berdiskusi dengan teman-teman dari kampus lain atau mungkin kakak-kakak tingkat kita, jika mendengar kata Unpar pandangan umum berkata Unpar: Universitas Party dan kesan lain bahwa yang berkuliah di kampus ini hanya orang mampu saja. Secara tidak langsung kesan atas kampus kita ini lekat dengan orang-orang mampu dan borjuis saja padahal pemikiran Preferential option for the poor yang menjadi nilai dasar etis Unpar dapat hadir di sini melalui perjuangan yang tidak ringan, bahkan sampai dianggap kontroversial. Maka, dengan kenaikan UKT dan kesan yang dimiliki Unpar ini apakah menjadi bagian dari kampus kita yang menyisihkan slogan preferential option for the poor? Bagaimana tanggapan kawan kampus?

Penulis: Alicia Vania Elroy

Editor: Jasson Aditya Sudrajat

Tags: ParahyanganUNPAR
Media Parahyangan

Media Parahyangan

Next Post
Halmahera, Sepucuk Surat untuk Dunia yang Lupa

Halmahera, Sepucuk Surat untuk Dunia yang Lupa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

15 November 2024
Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

29 November 2024
#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

29 August 2024
Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

2
Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

0
Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

0
1984 : Sejauh mana kita sebenarnya bebas?

1984 : Sejauh mana kita sebenarnya bebas?

2 August 2026
Review Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak : Pelajaran Penting dalam Keamanan Gender

Review Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak : Pelajaran Penting dalam Keamanan Gender

2 August 2026
Optimalisasi Kesiapan Infrastruktur Pelayanan Publik dalam Perlindungan Kekerasan Seksual

Optimalisasi Kesiapan Infrastruktur Pelayanan Publik dalam Perlindungan Kekerasan Seksual

1 August 2026
Follow Our Social Media
Spotify Instagram Youtube

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pertanyaan Umum (FaQ)
  • Guideline Kolom Submisi
  • Pendaftaran Anggota Jurnalis MedPar

Kontak

  • Email Kolom Submisi : kompendiumprodukmp@gmail.com
  • Email Media Partner : ukm_mp@unpar.ac.id

Alamat

Jl. Ciumbuleuit No.94, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141

Copyright © 2023 Media Parahyangan

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist