Media Parahyangan
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Media Parahyangan
No Result
View All Result
Home Esai

“Mengasah Pengenalan Pola Melalui Harmoni, Akor, dan Melodi”

Penulis Michael Vian Tirta Wangsa Mahasiswa Katolik Parahyanga

by Media Parahyangan
10 January 2025
in Esai, Opini
0
“Mengasah Pengenalan Pola Melalui Harmoni, Akor, dan Melodi”

https://pin.it/12dXRLorv

500
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MENGASAH PENGENALAN POLA MELALUI HARMONI, AKOR, DAN MELODI

International Society for Technology in Education menyatakan bahwa kemampuan berpikir komputasional, terutama aspek pengenalan pola, merupakan salah satu keterampilan esensial yang harus dimiliki di era digital saat ini (ISTE, 2011). Meskipun umumnya dikaitkan erat dengan bidang informatika dan teknologi, berpikir komputasional sebenarnya dapat dikembangkan melalui berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk pembelajaran musik yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Misalnya, secara tidak sadar, seseorang yang baru saja belajar gitar biasanya tidak langsung mempelajari notasi ataupun detail-detail lagu secara mendalam, melainkan memulainya dengan mempelajari akor-akor dasar yang sering muncul dalam lagu-lagu populer. Penyanyi dari Indonesia seperti Tulus, Mahalini, dan Bernadya yang sukses membawakan lagu-lagu dengan ciri khasnya tersendiri, merupakan bukti nyata dari penerapan pengenalan pola dalam memahami struktur musik. Pembelajaran musik tidak hanya mengembangkan kemampuan bermusik seseorang, tetapi juga meningkatkan kemampuan berpikir komputasional melalui pengenalan pola yang sistematis.

Sebagai sebuah soft skill, pengenalan pola membantu individu untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan divide and conquer, yaitu cara mengurai masalah kompleks dengan memecahnya menjadi sub-masalah yang lebih kecil (Cansu, 2019). Dalam proses ini, individu mengidentifikasi kemiripan, pengulangan, dan keteraturan pada data atau peristiwa, sehingga masalah yang awalnya terlihat rumit dapat dipecah menjadi pola-pola sederhana yang lebih mudah diselesaikan secara efektif dan efisien. Pengenalan pola sering kali memberikan petunjuk tentang akar dari suatu masalah. Misalnya, ketika seseorang sakit, diagnosis yang dilakukan pertama kali adalah memecah gejala-gejala yang muncul menjadi pola-pola yang lebih kecil. Selain itu, pengenalan pola membantu meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan, karena informasi tidak perlu diproses kembali dari awal. Contohnya, belajar dari pola kegagalan saat melakukan investasi dapat membantu seseorang untuk membuat keputusan yang lebih baik di masa depan. 

Dengan pemahaman harmoni dalam musik, seseorang dapat mengasah kemampuan pengenalan pola dengan mengidentifikasi hubungan antar nada yang membentuk kesatuan bunyi. Ketika mendengarkan musik dari berbagai genre seperti jazz, rock, ataupun pop, hasil dari perpaduan harmoni setiap genre membentuk suasana yang berbeda. Musik jazz, seperti lagu Bitterlove karya Ardhito Pramono, sering kali menggunakan akor-akor kompleks seperti seventh dan extended chords yang memberikan karakteristik suasana kaya dan berlapis, sehingga menciptakan nuansa lembut dan tenang (Mardiyanto, 2020). Berbeda dengan musik rock, seperti lagu Back in Black karya AC/DC, yang umumnya didominasi oleh harmoni berbasis power chords dan lebih dinamis, menciptakan suasana energik yang penuh semangat. Perbedaan suasana ini tidak hanya menggambarkan karakteristik emosional setiap genre, tetapi juga menjadi pola yang dapat dikenali dengan mudah.

Pemahaman progresi akor dalam musik melatih kemampuan pengenalan pola seseorang melalui identifikasi kemiripan dan perpindahan akor yang berulang. Harmoni yang berubah secara terstruktur disebut progresi akor, yang dalam tangga nada diatonik mayor memiliki tujuh tingkatan akor, atau secara resmi disebut sebagai chord degree, yang dituliskan dengan angka Romawi. Akor mayor ditulis dengan angka Romawi kapital (misalnya, I, IV, V), sedangkan akor minor ditulis dengan angka Romawi nonkapital (misalnya, ii, iii, vi). Sistem angka ini sering digunakan oleh musisi untuk mempermudah komunikasi dan pemahaman perpindahan akor lagu. Sebagai contoh, bagian tengah bait lagu Satu Bulan karya Bernadya menggunakan progresi akor IV-V-iii-vi, yang ternyata identik dengan progresi akor dalam lagu Bunga Abadi karya Rio Clappy. Progresi akor IV-V-iii-vi, yang dikenal sebagai progresi Royal Road, sering digunakan dalam lagu pop karena memberikan aliran harmoni yang mudah diikuti. Progresi ini menciptakan komposisi lagu yang bersifat easy listening, sehingga memudahkan musisi dan pendengar untuk mengenali serta memprediksi pola perpindahan akor.

Analisis pola perpindahan melodi juga membangun keterampilan pengenalan pola, sebab seseorang harus mengidentifikasi perubahan, variasi, dan pengulangan dari rangkaian melodi sepanjang musik. Kemampuan analisis perpindahan melodi ini memungkinkan seseorang untuk mengidentifikasi kemiripan antara berbagai karya musik, bahkan ketika dinyanyikan dalam bahasa yang berbeda ataupun berasal dari negara yang berbeda. Fenomena ini dapat diamati dalam kemiripan yang mencolok antara bagian refrein lagu Asal Kau Bahagia karya grup musik Armada dari Indonesia dengan lagu Liu Xing Yu yang dipopulerkan oleh grup F4 dari Taiwan, di mana keduanya menggunakan perpindahan melodi dan akor yang hampir identik. Contoh lainnya adalah kemiripan melodi bait lagu yang identik antara lagu Sayang karya Via Vallen dari Indonesia dengan lagu Mirai e karya Kiroro dari Jepang. Temuan kemiripan seperti ini memperlihatkan bagaimana berpikir secara komputasi dapat dilatih secara alami  untuk mengenali pola-pola serupa dalam berbagai situasi yang berbeda hanya dengan menganalisis melodi sebuah lagu (CSTA, 2011).

Berdasarkan analisis di atas, keterampilan bermusik memberikan fondasi yang kuat untuk melatih kemampuan analisis dan problem solving, khususnya dalam konteks berpikir komputasional. Dengan memahami elemen-elemen musik seperti harmoni, progresi akor, dan melodi, musik terbukti menjadi sarana yang efektif untuk mengembangkan kemampuan pengenalan pola. Pengetahuan tentang harmoni memampukan seseorang untuk mengenali setiap genre musik dengan mengenali ciri khas dan pola-pola yang konsisten dari genre tersebut. Sementara itu, pemahaman progresi akor dan analisis melodi mempertajam kepekaan musikal seseorang melalui keberagaman pola dalam musik dari berbagai budaya dan bahasa. Melalui keterampilan bermusik yang terstruktur, seseorang tidak hanya mengembangkan pengetahuan musikal mereka, tetapi juga meningkatkan aspek pengenalan pola dalam kemampuan berpikir komputasional, yang bermanfaat dalam menyelesaikan masalah kompleks menjadi pola-pola yang lebih sederhana untuk diselesaikan secara efektif dan efisien, serta meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan.

 

Daftar Pustaka

Computer Science Teachers Association & International Society for Technology in Education. (2011). Computational Thinking Teacher Resources (2nd ed.). https://cdn.iste.org/www-root/2020-10/ISTE_CT_Teacher_Resources_2ed.pdf

Mardiyanto, J. Y. (2020). Gambaran Kenyamanan Pendengar Musik Jazz. https://repository.uksw.edu/handle/123456789/26558

Cansu, F. K., & Cansu, S. K. (2019). An Overview of Computational Thinking. International Journal of Computer Science Education in Schools, 3(1), 17–30. https://doi.org/10.21585/ijcses.v3i1.53

PENULIS

 

Hai semuanya! perkenalkan saya Michael Vian Tirta Wangsa mahasiswa Informatika Universitas Katolik Parahyangan 2024. Dengan pena dan pikiran, saya siap berbagi opini, ide, dan inspirasi.  Ayo kita berbagi pandangan bersama!

 

 

Media Parahyangan

Media Parahyangan

Next Post
“Kejahatan Sextortion terhadap Anak di Era Digital”

"Kejahatan Sextortion terhadap Anak di Era Digital"

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

15 November 2024
Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

29 November 2024
#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

29 August 2024
Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

2
Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

0
Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

0
Keluhan yang Sama dari Tahun ke Tahun, Sistem Danusan Tidak Ada Kemajuan?

Keluhan yang Sama dari Tahun ke Tahun, Sistem Danusan Tidak Ada Kemajuan?

16 September 2026
Who’s WU-TANG CLAN?

Who’s WU-TANG CLAN?

12 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Menghujani Bandung: “Abu Masih Tipis!”

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menghujani Bandung: “Abu Masih Tipis!”

7 September 2026
Follow Our Social Media
Spotify Instagram Youtube

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pertanyaan Umum (FaQ)
  • Guideline Kolom Submisi
  • Pendaftaran Anggota Jurnalis MedPar

Kontak

  • Email Kolom Submisi : kompendiumprodukmp@gmail.com
  • Email Media Partner : ukm_mp@unpar.ac.id

Alamat

Jl. Ciumbuleuit No.94, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141

Copyright © 2023 Media Parahyangan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist