Media Parahyangan – Hingga pertengahan semester ganjil 2024/2025, Student Portal (Stupor) masih mengalami kendala untuk melakukan absen. Tak hanya mahasiswa, dosen juga merasakan hal yang sama terkait Lecturer Portal untuk absensi.
Sudah lebih dari setengah semester sejak semester ganjil 2024/2025 dimulai, Namun keadaan Student Portal (Stupor) yang biasa digunakan untuk absensi masih mengalami kendala. Belakangan, isu ini memang kerap terjadi. Namun kendala terkait absensi biasanya hanya terjadi selama seminggu pertama ketika perkuliahan dimulai, sedangkan pada semester ini isu stupor masih saja dirasakan hingga setengah semester berlalu.
“…kalau untuk masalah itu mulai dari kapan, dari awal semester. Di sebelum UTS itu saya rasa sempat tidak bermasalah walaupun cuma sebentar. Tapi setelah UTS tuh bermasalah lagi yang dimana tidak bisa absen dan sebagainya,”ujar Joseph, mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2021.
Joseph menjelaskan bahwa permasalahan terkait absensi di Stupor terjadi di setiap jam absensi (jam 07.00, 10.00, 13.00, dan 16.00). Namun permasalahan yang paling sering dialami Joseph selalu terjadi setiap melakukan absen pada jam 10.00 WIB.
Terkait dengan permasalahan ini, Joseph juga menjelaskan bahwa yang terjadi ketika membuka Stupor pada jam absensi adalah membutuhkan waktu yang lama untuk memuat laman tersebut. Bahkan ketika laman tersebut dimuat ulang karena tak kunjung terbuka, yang muncul adalah tulisan “bad gateway”.5
Tak hanya dirasakan oleh mahasiswa, ternyata hal yang serupa juga dirasakan oleh dosen melalui Lecturer Portal (LP) yang mengalami permasalahan pada jam-jam absensi. Melalui wawancara yang dilakukan melalui surel dengan salah satu dosen jurusan Hubungan Internasional, Ignasius Loyola Adhi Bhaskara S.IP, MPACS, mengonfirmasi permasalahan yang terjadi pada LP. Dosen yang kerap disapa Mas Aska ini menjelaskan apa yang dialami ketika mengakses LP.
“Yang saya alami, saya sulit sekali masuk ke halaman depan dari LP. Jadi, loading time-nya cukup lama untuk sampai ke halaman muka LP,” ujar Aska melalui surel.
Permasalahan LP bukanlah hal yang baru. Menurut pengalaman Aska, hal seperti ini pernah terjadi juga di semester-semester sebelumnya.
“Kejadian susah akses ke LP ini pernah terjadi juga di semester-semester sebelumnya, utamanya ketika waktu-waktu mulai perkuliahan dimulai di antara jam 7-9, 10-11, 13-14 dan 16-17,” ujarnya.
Untuk mengakali permasalahan LP ini, Aska menjelaskan bahwa biasanya absensi akan dilakukan pada pertengahan atau akhir perkuliahan agar absensi dapat berjalan lancar.
“Untuk dampak signifikan sejatinya tidak ada, karena sering kali pada akhirnya absensi tetap dapat dilakukan di luar jam-jam sibuk tersebut. Saya biasa melakukan absensi di tengah atau di akhir perkuliahan untuk mengakali kendala yang saya sebutkan sebelumnya. Kalau diibaratkan gangguan ini analoginya seperti saya sedang berjalan santai, tapi terhambat karena ada pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar,” ujarnya.
Penulis: Jasson Aditya Sudrajat
Editor: Ibrahim Izzan Natawibawa










