Media Parahyangan – Kalau pada umumnya Sabtu malam identik dengan nongkrong atau cuma sekedar scrolling medsos, pada Sabtu 13/9/2025 lalu ada opsi yang lebih seru. Bandung Blues Society membuat jalan sumbawa No.30 menjadi pusat keramaian lewat acara musik Snake Lair.
Bersama Bandung Blues Society, Rattlesnake Brother mengadakan showcase pertama mereka. Pada showcase kali ini, Rattlesnake Brother juga turut mengundang beberapa band mahasiswa Unpar lainnya. Hal ini menjadi alternatif lain dari acara band mainstream yang biasanya diadakan oleh lembaga eksekutif di Unpar.
Line up-nya tidak main-main, Rattlesnake Brother menjadi bintang utama yang mengguncang panggung dengan sound blues-rock khas mereka. Tak hanya itu suasana jalan sumbawa No. 30 semakin bervariatif dengan kehadiran Snatch dan buldeser yang turut serta mewarnai malam itu. Ngga cukup sampai situ, penonton dikejutkan dengan penampilan guest star yang sangat menarik yaitu Brakelight dan Supernova. Jadi sangat jelas Snake Lair ini bukan hanya sekedar konser, namun menjadi pesta musik yang hadir dari mahasiswa Unpar dan mencoba merangkul semua energi anak muda Bandung.
Buat komunitas musik lokal, Snake Lair jadi ajang penting buat nunjukin kalau skena indie di Bandung masih hidup, tetap lantang, dan makin relevan. Apalagi dengan konsep “18.00-till drop” bikin vibes-nya terasa lebih bebas, selama masih kuat berdiri tentunya.
“Intinya, Snake Lair itu bukan cuma panggung. Ini tempat buat kita ngerasain musik bareng-bareng, ketawa, sing along, dan pulang dengan cerita,” ujar Hellen salah satu penonton Snake Lair.
Sebagai penguat vibes, ada kutipan imajiner dari The 1975 yang pas banget: “Music isn’t just about playing songs, it’s about creating a night people carry with them forever.” dan itulah yang Snake Lair coba wujudkan di jantung Kota Bandung.
Penulis: Omar Al Kautsar
Editor: Jasson Aditya Sudrajat








