Media Parahyangan
Advertisement
  • Home
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Media Parahyangan
No Result
View All Result
Home Liputan Kampus

Mengupas Isu Literasi Melalui Safari Literasi Bersama Satre

by Media Parahyangan
3 August 2026
in Liputan Kampus, Seni Budaya
0
Mengupas Isu Literasi Melalui Safari Literasi Bersama Satre
501
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Media Parahyangan – Pada hari Rabu, (02/10) lalu Sastra dan Teater Unpar (Satre) mengadakan diskusi umum dengan tema literasi, yaitu Safari Literasi. Acara ini merupakan hasil dari pengembangan konsep baru yang digagas oleh Divisi Sastra Satre. 

Acara Safari Literasi ini memiliki konsep diskusi terbuka mengenai keadaan literasi di Indonesia. 

“Kami mengemukakan bahwa suatu saat dapat membuka kesempatan untuk mengumpulkan orang-orang yang punya kemauan untuk menulis, maka (dengan ini) kita dapat membuka ruang diskusi tersebut.” Ujar Aldian, Ketua Divisi Sastra Satre dalam peloporan konsep acara Safari Literasi.

Topik pembicaraan sengaja dibuat umum untuk memantik diskusi di antara berbagai narasumber dengan latar belakang yang beragam, mulai dari jurnalis Media Parahyangan, Penerbit sekaligus pegiat zine Berkawan Sekebun, mahasiswa Fakultas Filsafat sekaligus penerbit media “Okult Zine”, hingga dua dosen FISIP, Trisno Sakti Hermawan dari program studi Administrasi Publik dan Daniel Hermawan dari program studi Administrasi Bisnis. 

Aldian kembali mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk membongkar anggapan generalisasi bidang studi Sastra yang hanya bergerak dalam bidang Seni Budaya. Lebih daripada itu, sastra juga merupakan sebuah fenomena yang mencakup pola pikir seseorang dalam mengolah informasi baik dalam bentuk tulisan, gambaran, ataupun musik. 

“Literasi sewajarnya dipandang melalui sudut pandang yang menyeluruh (holistik), di mana tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan menggambar/visual”, sebagaimana yang diungkapkan Dinda dari Berkawan Sekebun.

Acara tersebut menimbulkan beberapa topik diskusi yang menarik, beberapa topik yang kemudian memantik diskusi tersebut diantaranya adalah mengenai fokus pada peningkatan kemampuan literasi. Dalam diskusi ini Daniel mengungkapkan bahwa mengembangkan kemampuan literasi dapat diawali dengan rasa ingin tahu terhadap hal yang kita sukai.

“Seseorang dapat meningkatkan literasi ketika ia punya rasa ingin tahu akan hal yang kita sukai, sebab esensi dari literasi berawal dari mengembangkan hal tersebut melalui kegiatan berliterasi seperti membaca, menulis, dan melihat,” ucap Daniel.

Terkait dengan angka literasi Indonesia, Sakti mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia memiliki angka keaksaraan yang tinggi, namun hal ini bertolak belakang dengan kemampuan literasi yang masih rendah, terutama pada kalangan siswa Indonesia sebagaimana ditunjukkan pada hasil tes Programme for International Student Assessment (PISA). 

“Kita jangan melupakan bahwa literasi juga merupakan sarana pertukaran ilmu dari manapun dan siapapun, sebagaimana direfleksikan dari tema Safari Literasi itu sendiri,” ujar Sakti. 

Diskusi yang dilakukan pun menimbulkan pertanyaan di antara peserta dan juga narasumber.

“Sejauh ini diskursus membahas karya tulis bagi yang suka membaca, dapatkah hal yang sama dinyatakan bagi seseorang yang tidak suka membaca?” Tanya salah seorang peserta.

Para narasumber pun menanggapi bahwa meskipun kemauan mendasar dapat membujuk penulisan suatu karya tulis, bisa dibayangkan akan cukup sulit untuk mengembangkannya dikarenakan suatu karya tulis yang dihasilkan sebenarnya harus dimulai dan juga didapat dari wawasan yang diperoleh pada saat membaca.

Selebihnya, diskursus Safari Literasi juga menyinggung topik lainnya seperti peran literasi dalam penggunaan media sosial di Indonesia, framing media mengenai konsepsi politik terhadap masyarakat, ancaman AI terhadap sektor industri kreatif dan dampaknya terhadap edukasi politik di Indonesia, serta intisari diskusi ala Safari Literasi dalam mengubah wacana masyarakat terkait literasi pada umumnya.

Setelah sesi diskusi berakhir, peserta Safari Literasi juga diberi kesempatan untuk membuat karya Zine bersama Berkawan Sekebun.

Pasca Safari Literasi, Aldian mengungkapkan rasa Syukur atas kelancaran berlangsungnya prosesi acara diskusi tersebut. 

“Saya berharap Safari Literasi dapat menjadi permulaan konsep acara yang baru, baik untuk SATRE ataupun komunitas lainnya di lingkungan Unpar,” tutupnya.

Penulis: M.Fadhil Luqmaan R

Editor: Jasson Aditya Sudrajat

Media Parahyangan

Media Parahyangan

Next Post
Kursi FH Unpar Tidak Nyaman: Keluhan Mahasiswa yang Belum Terpenuhi

Kursi FH Unpar Tidak Nyaman: Keluhan Mahasiswa yang Belum Terpenuhi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

15 November 2024
Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

29 November 2024
#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

29 August 2024
Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

2
Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

0
Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

0
1984 : Sejauh mana kita sebenarnya bebas?

1984 : Sejauh mana kita sebenarnya bebas?

2 August 2026
Review Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak : Pelajaran Penting dalam Keamanan Gender

Review Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak : Pelajaran Penting dalam Keamanan Gender

2 August 2026
Optimalisasi Kesiapan Infrastruktur Pelayanan Publik dalam Perlindungan Kekerasan Seksual

Optimalisasi Kesiapan Infrastruktur Pelayanan Publik dalam Perlindungan Kekerasan Seksual

1 August 2026
Follow Our Social Media
Spotify Instagram Youtube

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pertanyaan Umum (FaQ)
  • Guideline Kolom Submisi
  • Pendaftaran Anggota Jurnalis MedPar

Kontak

  • Email Kolom Submisi : kompendiumprodukmp@gmail.com
  • Email Media Partner : ukm_mp@unpar.ac.id

Alamat

Jl. Ciumbuleuit No.94, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141

Copyright © 2023 Media Parahyangan

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist