Media Parahyangan
Advertisement
  • Home
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Kolom Opini
    • Opini
    • Submisi
    • Esai
  • Culture
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Kolom Opini
    • Opini
    • Submisi
    • Esai
  • Culture
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Media Parahyangan
No Result
View All Result
Home Musik

If I Had a Gun: Cerminan Keputusasaan, Pengorbanan, dan Patah Hati

by Media Parahyangan
12 November 2025
in Musik, Opini
0
If I Had a Gun: Cerminan Keputusasaan, Pengorbanan, dan Patah Hati
503
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang tahu Noel Gallagher? Ya, seorang penulis lagu dan musisi band Oasis ini merupakan otak di balik lagu-lagu tenar Oasis. Kakak dari vokalis Oasis, Liam Gallagher ini memang terkenal sebagai sosok yang lebih santai namun terkesan menyimpan perasaan tersembunyi. Hal ini tampak dari lagu-lagu Oasis yang kebanyakannya lekat dengan patah hati dan kesedihan. Tak hanya liriknya, tentu alunan musik sedih Oasis memiliki energi patah hati yang sangat dalam.

Ketika Oasis bubar pada 2009, Liam dan Noel ternyata memilih untuk melanjutkan karir solo mereka. Pada tahun 2011, Noel membentuk band Noel Gallagher’s High Flying Bird. Debut band ini ditandai dengan perilisan album pertama mereka yang berisikan 10 lagu. Salah satu lagunya adalah “If I Had a Gun”, sebuah lagu yang menceritakan rasa keputusasaan dari kisah percintaan si penyanyi.

If I Had a Gun, Bukan Soal Bunuh Diri Karena Cinta

Jika melihat judul lagu ini, yang pertama terlintas di kepala pasti soal patah hati dan bunuh diri. Namun sebaliknya, jika didengarkan dan didalami lagi lagu ini mengisahkan tentang keputusasaan si penyanyi karena pengorbanan dan keraguannya. Penyanyi di sini dihadapkan dengan rasa patah hati akibat apa yang telah ia lakukan. Ia merasakan keputusasaan yang dalam, padahal ia sudah rela mengorbankan banyak hal untuk cintanya ini.

Bukan soal bunuh diri, lagu ini coba mencerminkan soal rasa putus asa terhadap cinta. Rasa putus asa yang lahir dari segala usaha dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh seseorang. Sebuah perasaan kecewa, sedih, dan harapan yang sulit untuk digapai oleh seseorang. Lagu ini berusaha menceritakan ketika usaha dan pengorbanan telah dilaksanakan, belum tentu akan sesuai dengan harapan.

Bedah Lirik If I Had a Gun

If I had a gun I’d shoot a hole into the sun

And love would burn this city down for you

If I had the time I’d stop the world and make you mine

And every day would stay the same with you

Sumber: noelgallagher.com

Lirik ini menjadi cerminan dari usaha dan rasa rela berkorban kepada seseorang. Penyanyi menggambarkan segala usaha dan pengorbanannya melalui bagian ini. Lirik “If I had a gun I’d shoot a hole into the sun” menjadi salah satu cerminan dari usaha yang ingin dilakukan penyanyi. Hal ini berarti dia siap melakukan apapun demi memberikan cinta sepenuhnya kepada sang pujaan. Lirik ini juga berisikan harapan penyanyi untuk bisa bersama sang pujaan dengan rasa siap untuk berkorban demi tercapainya harapan ini.

Hope I didn’t speak too soon

My eyes have always

Followed you around the room

‘Cause you’re the only

God that I will ever need

I’m holding on…

I’m waiting for the moment

For my heart to be unbroken

By the seams…

Sumber: noelgallagher.com

Pada bagian reff ini, kita disuguhkan dengan pesan dari si penyanyi tentang rasa sakitnya. Seakan memiliki penyesalan, si penyanyi mengungkap bahwa ia terlalu cepat untuk menyatakan cintanya. Ia juga menyatakan bahwa sang pujaan hatinya ini adalah orang yang selama ini ia cari dan butuhkan. Terlalu cepat menyatakan, si penyanyi ternyata mengalami patah hati yang dalam dan yang dapat menyembuhkannya adalah jika mereka dapat menjalin hubungan.

Lagu ini bukan hanya sekedar lagu sedih semata. Namun, tersimpan sebuah pesan kuat bahwa seseorang itu bisa sangat tulus mencintai sang pujaan hati. Bahkan ketika ketulusan itu ada, mereka rela untuk berkorban dan berusaha sekuat tenaga untuk menggapai sang pujaan hati. Walaupun dalam beberapa kasus harus berakhir patah hati seperti dalam lagu ini.

Penulis: Jasson Aditya Sudrajat

Tags: Noel Gallagher's High Flying BirdsOasis
Media Parahyangan

Media Parahyangan

Next Post
Teror Danus Proker: Ada yang Salah dengan Metode Pencarian Dana Tambahan?

Teror Danus Proker: Ada yang Salah dengan Metode Pencarian Dana Tambahan?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

15 November 2024
Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

29 November 2024
#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

29 August 2024
Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

2
Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

0
Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

0
1984 : Sejauh mana kita sebenarnya bebas?

1984 : Sejauh mana kita sebenarnya bebas?

1 August 2026
Review Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak : Pelajaran Penting dalam Keamanan Gender

Review Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak : Pelajaran Penting dalam Keamanan Gender

1 August 2026
Optimalisasi Kesiapan Infrastruktur Pelayanan Publik dalam Perlindungan Kekerasan Seksual

Optimalisasi Kesiapan Infrastruktur Pelayanan Publik dalam Perlindungan Kekerasan Seksual

1 August 2026
Follow Our Social Media
Spotify Instagram Youtube

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pertanyaan Umum (FaQ)
  • Guideline Kolom Submisi
  • Pendaftaran Anggota Jurnalis MedPar

Kontak

  • Email Kolom Submisi : kompendiumprodukmp@gmail.com
  • Email Media Partner : ukm_mp@unpar.ac.id

Alamat

Jl. Ciumbuleuit No.94, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141

Copyright © 2023 Media Parahyangan

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Kolom Opini
    • Opini
    • Submisi
    • Esai
  • Culture
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist