Siapa yang tahu Noel Gallagher? Ya, seorang penulis lagu dan musisi band Oasis ini merupakan otak di balik lagu-lagu tenar Oasis. Kakak dari vokalis Oasis, Liam Gallagher ini memang terkenal sebagai sosok yang lebih santai namun terkesan menyimpan perasaan tersembunyi. Hal ini tampak dari lagu-lagu Oasis yang kebanyakannya lekat dengan patah hati dan kesedihan. Tak hanya liriknya, tentu alunan musik sedih Oasis memiliki energi patah hati yang sangat dalam.
Ketika Oasis bubar pada 2009, Liam dan Noel ternyata memilih untuk melanjutkan karir solo mereka. Pada tahun 2011, Noel membentuk band Noel Gallagher’s High Flying Bird. Debut band ini ditandai dengan perilisan album pertama mereka yang berisikan 10 lagu. Salah satu lagunya adalah “If I Had a Gun”, sebuah lagu yang menceritakan rasa keputusasaan dari kisah percintaan si penyanyi.
If I Had a Gun, Bukan Soal Bunuh Diri Karena Cinta
Jika melihat judul lagu ini, yang pertama terlintas di kepala pasti soal patah hati dan bunuh diri. Namun sebaliknya, jika didengarkan dan didalami lagi lagu ini mengisahkan tentang keputusasaan si penyanyi karena pengorbanan dan keraguannya. Penyanyi di sini dihadapkan dengan rasa patah hati akibat apa yang telah ia lakukan. Ia merasakan keputusasaan yang dalam, padahal ia sudah rela mengorbankan banyak hal untuk cintanya ini.
Bukan soal bunuh diri, lagu ini coba mencerminkan soal rasa putus asa terhadap cinta. Rasa putus asa yang lahir dari segala usaha dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh seseorang. Sebuah perasaan kecewa, sedih, dan harapan yang sulit untuk digapai oleh seseorang. Lagu ini berusaha menceritakan ketika usaha dan pengorbanan telah dilaksanakan, belum tentu akan sesuai dengan harapan.
Bedah Lirik If I Had a Gun
If I had a gun I’d shoot a hole into the sun
And love would burn this city down for you
If I had the time I’d stop the world and make you mine
And every day would stay the same with you
Sumber: noelgallagher.com
Lirik ini menjadi cerminan dari usaha dan rasa rela berkorban kepada seseorang. Penyanyi menggambarkan segala usaha dan pengorbanannya melalui bagian ini. Lirik “If I had a gun I’d shoot a hole into the sun” menjadi salah satu cerminan dari usaha yang ingin dilakukan penyanyi. Hal ini berarti dia siap melakukan apapun demi memberikan cinta sepenuhnya kepada sang pujaan. Lirik ini juga berisikan harapan penyanyi untuk bisa bersama sang pujaan dengan rasa siap untuk berkorban demi tercapainya harapan ini.
Hope I didn’t speak too soon
My eyes have always
Followed you around the room
‘Cause you’re the only
God that I will ever need
I’m holding on…
I’m waiting for the moment
For my heart to be unbroken
By the seams…
Sumber: noelgallagher.com
Pada bagian reff ini, kita disuguhkan dengan pesan dari si penyanyi tentang rasa sakitnya. Seakan memiliki penyesalan, si penyanyi mengungkap bahwa ia terlalu cepat untuk menyatakan cintanya. Ia juga menyatakan bahwa sang pujaan hatinya ini adalah orang yang selama ini ia cari dan butuhkan. Terlalu cepat menyatakan, si penyanyi ternyata mengalami patah hati yang dalam dan yang dapat menyembuhkannya adalah jika mereka dapat menjalin hubungan.
Lagu ini bukan hanya sekedar lagu sedih semata. Namun, tersimpan sebuah pesan kuat bahwa seseorang itu bisa sangat tulus mencintai sang pujaan hati. Bahkan ketika ketulusan itu ada, mereka rela untuk berkorban dan berusaha sekuat tenaga untuk menggapai sang pujaan hati. Walaupun dalam beberapa kasus harus berakhir patah hati seperti dalam lagu ini.
Penulis: Jasson Aditya Sudrajat








