Media Parahyangan – Pada Senin, (30/09) lalu telah ditemukan kursi kayu FISIP Unpar yang rusak. Kursi kayu rusak tersebut ditemukan di ruang kelas 3407 pada Gedung 3 Unpar. Sudah dua pekan berlalu, namun kursi tersebut masih belum diperbaiki dan hanya dipindahkan ke belakang kelas. Hingga hari Rabu, (16/10) kursi tersebut masih dapat ditemukan dalam keadaan rusak dan masih terletak di posisi yang sama.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan (FISIP Unpar) sendiri telah berdiri selama 63 tahun dengan ribuan mahasiswa FISIP Unpar telah menuntut ilmu di Gedung 3 Unpar. Di lorong-lorong Gedung 3 Unpar kita bisa melihat sejarah FISIP Unpar dan prestasi yang telah di raih oleh para dosen dan para mahasiswa FISIP. Tetapi terdapat suatu objek di Gedung 3 Unpar yang dipakai oleh semua mahasiswa FISIP yang mempunyai sejarah tetapi tidak terlihat, yaitu kursi-kursi kayu FISIP.
Kerusakan kursi kayu ini cukup membuat Putra, seorang mahasiswa Hubungan Internasional yang enggan menyebutkan angkatannya terkejut.
“Ya saya sangat kaget lah orang tiba-tiba patah, ngeri dipaksa gantiin. Kasian temen saya nantinya mas.” Ujar Putra.
Saat ditanyakan tentang bagaimana kursi kayu di kelas 3407 rusak. Putra menjelaskan bahwa besi penyangga sandaran kursi kayu FISIP sudah berkarat dan menceritakan bagaimana kejadian kursi tersebut patah.
“Jadi ya emang besi di kursinya sudah karatan, nah waktu teman saya menyandar di kursinya, langsung patah.”
Putra yang pada waktu itu berada di tempat kejadian menambahkan bahwa kursi kayu gedung 3 sudah terlalu berumur dan perlu diganti. Selain itu kursi kayu ini kebanyakan sudah penuh dengan coretan.
”Kursi yang dipakai penuh dengan coret-coretan dari angkatan yang sudah lulus, ya meskipun bersejarah tapi sudah mulai rusak. Ya wajarnya sih harus diganti sih mas.” Tambah Putra.
Tidak hanya Putra yang berpendapat bahwa kursi kayu gedung 3 harusnya diganti, seorang mahasiswa Hubungan Internasional bernama Jones yang enggan menyebutkan angkatannya juga setuju bahwa kursi kayu FISIP UNPAR perlu diganti. Jones mengatakan, ia merasa malu karena Unpar yang merupakan universitas swasta, masih memakai kursi yang tergolong kuno.
”Ya tentu saja saya merasa malu ya dengan kursi-kursi di Gedung 3, karena kursi tidak layak dipakai untuk sebuah universitas swasta seperti Unpar.” Ujar Jones.
Jones menambah bahwa kursi kayu FISIP tidak nyaman karena tidak aksesibel untuk mahasiswa yang mempunyai badan besar, posisi yang terlalu tegak, dan tidak nyaman untuk lama-lama duduk di kursi karena terbuat kayu.
“Menurut saya kursi di gedung 3 tidak nyaman untuk diduduki oleh mahasiswa/i yang berbadan besar, saya lihat teman-teman saya yang tinggi dan mempunyai badan yang besar kesusahan untuk duduk di kursi kayu Gedung 3. Selain itu posisi yang terlalu tegak dan bahan kayu yang dipakai untuk kursi kayu, jadi ga enak kalau duduk lama-lama.” Jones menambahkan.
Penulis: Josef Rangga W
Editor: Jasson Aditya Sudrajat








