Media Parahyangan – Pada Sabtu, (27/09) lalu Marjin Kiri yang merupakan penerbit buku menyelenggarakan diskusi publik di Toko Buku Pelagia di Paskal, Kota Bandung. Diskusi ini membahas terkait buku Metode Jakarta.
Pada umumnya, sejak masa pendidikan dasar hingga dewasa, tanggal 30 September telah terukir dalam ingatan kita sebagai salah satu bab tergelap dalam sejarah bangsa. Tanggal ini diajarkan sebagai hari ketika Pancasila tegak kokoh, sekaligus mengingatkan kita akan musuh-musuh yang berani mencoba menggulingkannya. Namun, setelah 60 tahun berlalu atas peristiwa tersebut, narasi tersebut masih dipertanyakan kebenarannya, terutama pada perihal yang seringkali diabaikan oleh narasi umum dari kekerasan berbasis politik, pelanggaran HAM, hingga dalih campur tangan asing.
Disinilah tema besar yang dibahas diskusi ini, bersama Tri Joko Her Riadi, pimpinan redaksi media Bandung Bergerak dan Pradewi Tri Chatami, penerjemah buku Metode Jakarta untuk Marjin Kiri sebagai narasumber, serta Muhammad Akmal Firmansyah, jurnalis Bandung Bergerak sebagai moderator sekaligus pemantik diskusi dalam mengulik tema besar dari buku tersebut.
Buku Metode Jakarta yang ditulis oleh jurnalis asal Amerika Serikat, Vincent Bevins merupakan karya sejarah politik yang menunjukkan peran Amerika Serikat pada tragedi Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI), kejadian yang terkenal sebagai bab sejarah tergelap di masa sejarah Indonesia mengingat peristiwa-peristiwa kelam yang terjadi setelahnya. Pada sesi diskusi, para narasumber menerangkan uniknya gaya penulisan Bevins yang memadukan unsur naratif dan investigatif seperti menceritakan pengalaman dari sudut pandang saksi mata korban peristiwa dilatar-belakangi oleh suasana politik yang terjadi di dalam dan luar negeri membawa nuansa film dokumenter dalam bentuk media cetak, serta membuat Metode Jakarta mudah untuk dibaca untuk semua kalangan pembaca.
Selanjutnya, diskusi tersebut juga mempelajari pokok isi Metode Jakarta, yakni peran Amerika Serikat dalam peristiwa G30S. Para narasumber menyoroti bahwa peristiwa tersebut bukanlah kejadian terisolir, seperti yang tersirat dari judul buku tersebut, bahkan operasi penumpasan secara sistemik yang dilakukan dengan cara serupa di Indonesia juga terjadi di negara-negara dengan gerakan sosial sayap kiri yang kuat, seperti di negara-negara Amerika Latin, menyiratkan bagaimana taktik penumpasan anti-komunis ala Orba masih mempengaruhi tatanan sistem internasional yang kian didominasi oleh hegemoni Amerika Serikat melalui operasi klandestin, perang psikologis, dan manipulasi ekonomi.
Selaras dengan rapuhnya ruang untuk kebebasan berpendapat karena represi terhadap aksi unjuk rasa baru-baru ini, diskusi publik ini mengingatkan bahwa memori dan trauma Metode Jakarta masih relevan pada masa kini. Pada bagian diskusi ini, salah satu narasumber yaitu Tri Joko Heriadi menjelaskan terkait relevansi isi buku Metode Jakarta dengan kondisi saat ini. Joko merujuk pada penyitaan buku dan zine selama aksi demonstrasi.
“…apa yang membuat taktik penumpasan Orba sangat berhasil adalah pembenaran kekerasan politik dengan dalih menjaga keamanan nasional dalam bentuk apapun, sekecil atau sebesar apapun, selegal ataupun illegal apapun,” ujar Joko.
Penulis : M.Fadhil Luqmaan R
Editor : Jasson Aditya Sudrajat








