Media Parahyangan – Pada hari Sabtu, (11/10/2025) Unit Kegiatan Mahasiswa Unpar yaitu SATRE dan LISTRA melaksanakan kegiatan Kesenian berupa pertunjukan teater dan tarian daerah yang dilaksanakan di Kantor Kepala Desa Lembang. Penampilan kesenian teater dan tari dilakukan oleh anak-anak dari organisasi pelayanan sosial SOS-Kinderdorf / SOS Children’s Village.
Acara ini dimulai dengan kata sambutan dari para pengurus kinderdorf, serta perwakilan dari para pengurus UKM Satre dan Listra. Memasuki inti acara, anak-anak asuh dengan kisaran umur yang beragam (SD, SMP, SMA) mulai menampilkan teatrikal yang bercerita tentang Lutung Kasarung. Acara ini disambut meriah oleh anak-anak asuh lainnya.
Tawa Bahagia mereka muncul ketika salah satu dari saudara mereka memainkan perannya sebagai lutung. Ada yang berteriak,
“Hahahah Maul jadi monyet,” ujar salah satu anak yang menonton.
Acara dilanjutkan dengan penampilan Tarian Merak yang merupakan Tarian asli dari Daerah Jawa Barat. Tarian ini dibawakan oleh para anak-anak perempuan dari Kinderdorf.
Tampil cantik dan menarik, mereka membawakan tarian tersebut seakan-akan merak yang sedang menggoda merak lainnya. Dengan persiapan yang sangat singkat. Pelatih tari dari Listra, (nama pelatih) menyampaikan.
“Saya bangga dengan jiwa muda mereka dengan persiapan singkat hanya dalam 2 bulan mereka bisa tampil seperti itu suatu kebanggan tersendiri bagi saya,” ujar (nama pelatih).
Acara ini dibuat untuk kolaborasi tiga bentuk kesenian yaitu teater, seni tari, serta musik tradisional yang menjadi fokus kegiatan SATRE dan LISTRA. Menurut Calista selalu ketua pelaksana acara, kegiatan ini sangat baik jika dilihat dari sisi kesenian di Unpar.
“…penggabungan yang sangat bagus sekali dari sisi kesenian yang aktif di UKM Unpar,” ujar Calista.
Dia juga menambahkan bahwa kerjasama yang terjalin dapat memperkuat sisi kesenian yang ada di UNPAR.
Kinderdorf sendiri merupakan organisasi pelayanan sosial yang bergerak di bidang penitipan anak, tidak seperti organisasi sosial lain. Anak – anak yang dititipkan (anak asuh) berhak untuk meninggalkan kinderdorf bahkan sebelum dianggap cakap guna menyambangi orang tua mereka. Disana mereka di titipkan kepada seorang ibu asuh.

Acara yang dilaksanakan ini menurut ibu asuh mereka merupakan acara langka yang disambut dengan bahagia oleh para anak-anak. Ketika ditanya bagaimana perasaan anak-anak yang tampil, seorang ibu asuh merasa sangat senang beliau menyampaikan,
“Acara ini membangkitkan semangat anak-anak serta rasa percaya diri mereka untuk tampil, saya sebagai ibu asuh mereka merasa terharu dengan tumbuh kembang mereka serta berterimakasih pada teman-teman UNPAR telah memberikan kesempatan ini pada anak-anak saya,” ujar salah satu ibu asuh Kinderdorf.
Salah satu penonton juga mengutarakan apresiasinya terhadap acara ini. Rifki yang hadir menonton mengatakan bahwa ada sisi kemanusiaan yang ia tangkap terkait acara ini.
“Saya sangat mengapresiasi acara ini, saya merasa ada sisi kemanusiaan yang kelihatan dari rasa percaya diri anak-anak yang tampil di samping kesenian yang ditampilkan oleh mereka,” ujar Rifki.
Penulis: Galih Rifki W
Editor: Jasson Aditya Sudrajat








