Media Parahyangan – Kamis, (14/11) beredar isu munculnya surat ancaman bom untuk wisuda Tahap II yang akan dilaksanakan pada 15 dan 16 November. Seakan mengonfirmasi isu ini, BEM Unpar juga menyebarkan Pesan Darurat untuk menghindari area Kampus.
Menjelang wisuda tahap II yang akan dilaksanakan pada akhir pekan ini, beredar isu terkait munculnya surat ancaman bom terhadap pelaksanaan wisuda tersebut. Menurut foto surat ancaman yang beredar, surat ini ditujukan pada Rektor Universitas Katolik Parahyangan untuk menghentikan acara wisuda tahap II. Diketahui surat ini ditulis oleh kelompok Jamaah Ansharut Daulah.
Dalam surat tersebut, kelompok teror mengancam untuk memberikan konsekuensi apabila pihak kampus tetap melaksanakan acara wisuda ini. Selain itu, ancaman juga diberikan apabila pihak kampus berusaha untuk menghubungi pihak berwajib atas ancaman bom ini.
Menanggapi isu ini, muncul Pesan Darurat dari pihak BEM yang menghimbau para mahasiswa untuk menghindari berkumpul di wilayah kampus pada hari Jumat dan Sabtu besok. Pesan ini dapat dijumpai di beberapa grup angkatan, salah satunya dapat dilihat melalui grup angkatan FISIP 2022.

Menurut pengamatan tim redaksi Media Parahyangan, beberapa aparat BRIMOB terlihat lalu-lalang menyusuri gedung parkir lantai B2 dan beberapa wilayah kampus lainnya.
Sampai tulisan ini dimuat, pihak kampus dan pihak berwajib masih mengadakan penyisiran untuk merespon ancaman tersebut. Investigasi sudah berlangsung selama seharian penuh di kawasan kampus Unpar Ciumbuleuit.
Penulis: Jasson Aditya Sudrajat
Editor: Muhamad Rizki Pirdaus








