Media Parahyangan – Pada Rabu, (25/06) SM yang terpantau diam tanpa suara akhirnya mengunggah form aspirasi terkait kenaikan UKPS. Namun, hingga tulisan ini diunggah SM masih belum ikut mengkritik kebijakan ini.
Pemandangan yang ditunggu-tunggu akhirnya terlihat juga ketika SM mengunggah story Instagram berisi form aspirasi terkait kenaikan UKPS. Setelah beberapa lama tampak tidak bergerak, akhirnya SM bergerak juga dalam mencari tahu apa yang jadi keluhan mahasiswa terkait kenaikan UKPS yang muncul secara tiba-tiba ini.
Namun yang menjadi pertanyaan, apakah dengan sebatas mengunggah form aspirasi sudah cukup? Begini tanggapan mahasiswa.
“…menurut gua ya yaudahlah udah oke dia mau ambil suara anak-anak tentang UKT ini, tapi yang gua ga tau gimana prosesnya mereka. Selama ini selalu begitu kan, maksudnya selalu nanya… nanya… nanya… Tapi ga ada ujungnya, ga ada output-nya gitu kan,” ujar Zylone, Mahasiswa Teknik Kimia.
“…maksud gua lu (SM) cuma ambil suara, lu ga tau permasalahannya apa, buat apa gitu loh dan maksud gua itu harus disajikan ke masyarakat menurut gua. Jadi bukan sekedar oh iya BEM udah ngomong kayak gini ya udah kita harus ngumpulin suara. Lah? Terus lu apa kerjanya tuh masa cuma memungut suara doang? Gua sebagai orang yang mahasiswa biasa aja pun bisa ngambil suara-suara. Kayak tugasnya bukan cuma sekedar ngambil suara gitu loh, lu juga tetap ngambil posisi netral yang benar gitu loh. Bukan netral yang senyamannya itu engga. Menurut gua ada kekeliruan terus di SM tuh kayak gitu,” ujar Zylone.
Tanggapan lain juga datang dari Mahasiswa Fakultas Teknik Rekayasa (FTR). Mereka berpendapat bahwa SM ada baiknya ikut menyuarakan juga, tidak hanya sekedar mencari aspirasi saja.
“Harusnya mereka (SM) ikut juga dalam menyuarakan kenaikan ini,” ujar O, Mahasiswa FTR yang enggan menyebutkan namanya.
“…kalau misalnya complain-nya banyak tentang kenaikan 300 ribu, mungkin mereka bisa nyampein pendapatnya lebih terbuka lewat Instagram, ya pokoknya ditunjukin lah aspirasi-aspirasi masyarakat dari kampus sendiri kalau ternyata memang banyak yang keberatan dengan kenaikan 300 ribu itu. Jadi mereka baru bisa menyuarakan lebih luas lagi,” ujar S, Mahasiswa FTR yang enggan menyebutkan namanya.
“Ya kalau sekarang kan baru nyampein wadah buat aspirasi mahasiswanya aja. Sebenarnya mereka belum nunjukin kalau mereka tuh ikut bersuara,” ujar S, Mahasiswa FTR.
Penulis: Gregorius Ramones Evanraffael
Editor: Jasson Aditya Sudrajat








