7 O’Clock News/Silent Night adalah lagu oleh Simon and Garfunkel yang berasal dari kidung Natal tradisional Silent Night karya Joseph Mohr dan Franz Xaver Gruber. Lagu ini dirilis pada tahun 1966 sebagai bentuk lagu protes terhadap Perang Dingin. Lagu ini merupakan perpaduan antara himne Natal dan laporan berita pada masa itu, Perang Vietnam dan Gerakan Hak Sipil.
Pada tahun 1966, terjadi eskalasi Perang Vietnam, yang menjadi perang pertama yang disiarkan di televisi sehingga meningkatkan paparan masyarakat terhadap kekerasan dan kematian dalam kehidupan sehari-hari. 7 O’Clock News/Silent Night mencerminkan kekecewaan budaya dan keterasingan, di mana “damai di bumi” hanya menjadi slogan yang tenggelam oleh hiruk-pikuk konflik sehari-hari terhadap kemanusiaan. Walau demikian, Simon and Garfunkel tidak pernah menyatakan sikap politik mereka secara langsung; sebagai gantinya, mereka secara halus menggunakan lagu-lagu mereka sebagai jeritan ekspresi, misalnya “The Sound of Silence” dan “America” yang menangkap tema keterasingan dan hilangnya makna dalam masyarakat modern. Simon and Garfunkel juga merupakan bagian dari komunitas Greenwich Village folk scene, yang dikenal dengan advokasi anti-perang bersama dengan penyanyi lainnya seperti Bob Dylan, Joan Baez, dan Phil Ochs.
Natal secara kuat dikaitkan dengan masa kedamaian. Dalam Kekristenan, ini adalah waktu kemenangan ketika Sang Putra Allah lahir dan membawa damai di bumi. Namun demikian, sebagai lagu protes, 7 O’Clock News/Silent Night menangkap dua perasaan yang saling bertentangan: kidung Natal yang penuh nostalgia dan audio gangguan politik, menciptakan ironi yang kita hadapi sebagai manusia dalam kehidupan sehari-hari, namun tetap membawa suara damai di tengah kekacauan politik: kontras antara kedamaian ideal yang seharusnya kita cari sebagai jiwa dan realitas yang mengerikan serta menakutkan yang kita hadapi. Kontras antara apa yang paling kita harapkan dan apa yang kita saksikan di dunia perang, kematian, konflik.
Phoebe Bridgers membuat versinya sendiri, tetapi alih-alih menggunakan berita yang sama seperti Simon and Garfunkel, Phoebe memasukkan berita mengenai pembatalan Roe V. Wade dan kebangkitan konservatisme. Versi Phoebe Bridgers membuktikan bahwa terlepas dari waktu yang terus berubah, kita tetap mencari kedamaian ideal yang sama sambil menghadapi perjuangan yang dinamis dan berbeda di dunia fana ini.
Penyanyi lain terus menerus menghidupkan warisan ini. Pada 2024, Martin Leahy membuat versinya sendiri dari lagu ini, menggunakan berita mengenai genosida Israel di Gaza sebagai kontras dari lagu Silent night.
Dapat dikatakan bahwa berbagai remake dari lagu ini mencerminkan kemajuan umat manusia yang patut dipertanyakan setiap hari kita tampak semakin jauh dari ide kedamaian yang tak berubah, yang diwariskan oleh para pendahulu kita, sesama manusia. Apakah kita benar-benar telah gagal sebagai umat manusia?
Penulis: Alicia Vania Elroy
Editor: M. Fadhil Luqmaan Rahardjo








