Media Parahyangan
Advertisement
  • Home
  • Berita
    • Bandung
    • Nasional
    • Liputan Kampus
    • Editorial
  • Sesi Kajian Khusus
    • Understanding Issues
  • Kolom Parahyangan
    • Opini
    • Esai
    • Interview
    • Podcast
  • Culture
    • Musik
    • Seni
    • Buku
    • Lifestyle
  • Galeri
  • Majalah
  • Arsip
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Bandung
    • Nasional
    • Liputan Kampus
    • Editorial
  • Sesi Kajian Khusus
    • Understanding Issues
  • Kolom Parahyangan
    • Opini
    • Esai
    • Interview
    • Podcast
  • Culture
    • Musik
    • Seni
    • Buku
    • Lifestyle
  • Galeri
  • Majalah
  • Arsip
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Media Parahyangan
No Result
View All Result
Home Bandung

Hari Perempuan Internasional 2025 di Bandung : Perjuangan keadilan di saat Indonesia kelam

Media Parahyangan by Media Parahyangan
20 May 2025
in Bandung, Nasional
Hari Perempuan Internasional 2025 di Bandung : Perjuangan keadilan di saat  Indonesia kelam

Media Parahyangan meliput perayaan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day/ IWD) pada Sabtu (8/3/2025) dua minggu lalu. Acara ini diperingati di bawah Jalan Raya Pasupati, di dekat lokasi yang seharusnya, Taman Cikapayang Dago karena masalah cuaca, dan dimaksudkan sebagai demonstrasi menentang ketidaksetaraan gender seperti yang telah dilakukan tahun-tahun sebelumnya.

Acara ini menampilkan berbagai macam bentuk pertunjukan mulai dari orasi, pembacaan puisi, dan bentuk seni pertunjukan lainnya seperti musik dan monolog, dengan membawa beragam pesan di bawah panji pembebasan perempuan seperti yang tercermin dalam moto IWD tahun ini: Perempuan, Kehidupan, Pembebasan.

“Motto IWD tahun ini adalah sebagai berikut, Perempuan untuk menandakan hari perempuan internasional, Kehidupan untuk menandakan hak perempuan untuk hidup setara dengan laki-laki, dan Pembebasan untuk menunjukkan upaya kolektif organisasi, kolektif, dan individu untuk membebaskan perempuan dari patriarki, tidak hanya di Bandung, tetapi juga di seluruh negeri”. Seperti yang diujarkan oleh Deti, kepala Humas Aliansi Simpul Puan, sebuah organisasi komunitas feminis yang berbasis di Bandung yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan IWD di kota ini yang mewakili koalisi beragam komunitas, kolektif, dan individu di seluruh Bandung. 

Keragaman Simpul Puan tercermin dengan baik dalam siaran persnya, di mana mereka mengutip serangkaian kritik yang luas tidak hanya terkait ketidaksetaraan gender secara umum, tetapi juga kelalaian pemerintah, penindasan, dan ketidakadilan terhadap komunitas-komunitas yang rentan yang kemudian disusun menjadi 49 daftar tuntutan dari advokasi diantaranya pengentasan kemiskinan struktural, perluasan kebijakan kesejahteraan dan hak-hak buruh, penguatan hak asasi manusia dan inisiatif-inisiatif kesetaraan gender, penghapusan hukum yang biasa digunakan untuk mempersekusi kebebasan berekspresi, serta mendorong kebijakan-kebijakan yang aksesibel bagi kaum difabel. 

IWD tahun ini juga tidak takut untuk menunjukkan kritik tajam terhadap pemerintah sebagai bagian dari tren demonstrasi yang dikenal sebagai #IndonesiaGelap yang dilakukan oleh masyarakat sipil yang terorganisir di seluruh negeri untuk menentang tindakan kontroversial Pemerintahan Prabowo baru-baru ini, yang disorot oleh tema sekunder “Menerangi Indonesia Gelap”. 

Meskipun IWD mewakili berbagai macam tujuan demonstrasi, ada satu isu yang tetap bertahan di atas segalanya, yakni perjuangan untuk hak perempuan. Di seluruh Indonesia, perempuan dan komunitas rentan terus menghadapi hambatan sistemik dalam pendidikan, pekerjaan, representasi politik, dan otonomi pribadi, namun perhatian yang diberikan oleh pemerintah Indonesia selama 27 tahun setelah reformasi masih sangat minim. 

Bahkan setelah disahkannya UU TPKS pada tahun 2022 lalu, implementasinya masih dianggap lemah. Dari 7 aturan turunan, hanya 4 yang disahkan, sementara 3 lainnya termasuk Dana Bantuan Korban TPKS masih tertunda. Masalah utama bukan hanya mengenai regulasi, namun juga perspektif aparat penegak hukum yang masih minim pemahaman mengenai kekerasan seksual.

Isu ini menjadi perjuangan utama IWD setiap tahunnya, menyoroti perjuangan yang sedang berlangsung melawan diskriminasi dan ketidaksetaraan berbasis gender. Namun, dengan ancaman yang membayangi akan semakin terkekangnya hak-hak sipil dan kebebasan berekspresi oleh administrasi Prabowo, perjuangan ini telah memberikan makna baru,  yakni sebagai simbol perlawanan terhadap bangsa yang menghadapi masa kelam penindasan ruang demokrasi.

Penulis: Muhammad Fadhil Luqmaan Rahardjo
Editor: Galih Rifki Wiratama

Previous Post

Wawancara Eksklusif Dosen FH Tentang Danantara Indonesia: Antara Janji dan Ancaman

Next Post

Pemangkasan Anggaran: Hemat untuk Negara, Rugi untuk Rakyat?

Post Terkait

IGRS Menjadi Bukti dari Inkompetensi Kemkomdigi dalam Mengurus Industri Digital
Understanding Issues

IGRS Menjadi Bukti dari Inkompetensi Kemkomdigi dalam Mengurus Industri Digital

26 April 2026
Budaya percakapan seksual laki-laki: Sudahkah Perempuan Memiliki Otonomi atas Tubuh?
Nasional

Budaya percakapan seksual laki-laki: Sudahkah Perempuan Memiliki Otonomi atas Tubuh?

18 April 2026
Upaya Pembunuhan terhadap Andrie Yunus Bukan sekedar Pelanggaran HAM
Nasional

Upaya Pembunuhan terhadap Andrie Yunus Bukan sekedar Pelanggaran HAM

17 March 2026
Menolak Lupa: Very Kurnia, Korban Salah Tangkap Demo Augustus Lalu
Bandung

Menolak Lupa: Very Kurnia, Korban Salah Tangkap Demo Augustus Lalu

29 January 2026
Monopoli BBM : Menjaga Kedaulatan Negara atau Kematian Persaingan Pasar
Esai

Monopoli BBM : Menjaga Kedaulatan Negara atau Kematian Persaingan Pasar

13 January 2026
Pahlawan Bagi Siapa? Kontroversi Dibalik Gelar Pahlawan  Soeharto
Opini

Pahlawan Bagi Siapa? Kontroversi Dibalik Gelar Pahlawan Soeharto

13 January 2026
Next Post
Pemangkasan Anggaran: Hemat untuk Negara, Rugi untuk Rakyat?

Pemangkasan Anggaran: Hemat untuk Negara, Rugi untuk Rakyat?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

  • Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

    Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • #TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Memperingati Supersemar, BEM UNPAR Tarik Kembali Unggahan Mereka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Ketidakstabilan Ekonomi Menciptakan Pelecehan Hak Asasi Manusia Etnis Tionghoa”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kencangkan Sabuk Pengaman, Per Semester Ganjil 2025/2026 UKT Tahap Satu Naik!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantin Unpar Sudah Buka, Mahasiswa: Banyak Alternatif yang Lebih Murah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Kesenjangan Gender di Era Modern: Menghadapi Sistem yang  Menyudutkan Perempuan” 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Follow Our Social Media
Spotify Instagram Youtube

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pertanyaan Umum (FaQ)
  • Guideline Kolom Submisi
  • Pendaftaran Anggota Jurnalis MedPar

Kontak

  • Email Kolom Submisi : kompendiumprodukmp@gmail.com
  • Email Media Partner : ukm_mp@unpar.ac.id

Alamat

Jl. Ciumbuleuit No.94, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141

Copyright © 2023 Media Parahyangan

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Bandung
    • Nasional
    • Liputan Kampus
    • Editorial
  • Sesi Kajian Khusus
    • Understanding Issues
  • Kolom Parahyangan
    • Opini
    • Esai
    • Interview
    • Podcast
  • Culture
    • Musik
    • Seni
    • Buku
    • Lifestyle
  • Galeri
  • Majalah
  • Arsip
  • Tentang Kami

© 2024 Media Parahyangan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist