Media Parahyangan
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
Media Parahyangan
No Result
View All Result
Home Editorial

PROGRAM MBG DISOROT: Program Masa Lalu, Menu Impor Dikritik, Ribuan Siswa Keracunan di 8 Provinsi Siswa

by Media Parahyangan
30 September 2025
in Editorial, Nasional
0
PROGRAM MBG DISOROT: Program Masa Lalu, Menu Impor Dikritik, Ribuan Siswa Keracunan di 8 Provinsi Siswa
506
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Media Parahyangan – Program Makan Bergizi Gratis disorot oleh ahli buntut dari banyaknya kasus keracunan makanan. Penggunaan bahan ultra processed food juga menjadi sorotan ahli perkara nilai gizi yang dibutuhkan.

 

Ketahanan pangan merupakan program yang tidak asing ditelinga kita. Program tersebut merupakan program warisan dari zaman pemerintahan presiden terdahulu yaitu Soeharto. Sepanjang 1970-an hingga 1980-an dilakukan investasi besar-besaran untuk infrastruktur pertanian. Sejumlah waduk, bendungan, dan irigasi dibangun. Pada Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), swasembada pangan merupakan fokus tersendiri dalam rencana pembangunan yang dibuat oleh Soeharto.

 

Atas program tersebut Soeharto dinilai sukses memobilisasi masyarakat, terutama petani untuk bersama-sama meningkatkan produksi pertanian. Saat itu pula, kita bisa dikatakan beruntung membangun infrastruktur baik pada sistem maupun SDM melalui program revolusi hijau saat itu. Soeharto menangkap revolusi hijau dengan tekad, dirumuskan dan dituangkan dalam kebijakan dan program, dicetak melalui institusi, kemudian disediakan SDM dan dana serta mobilisasi masyarakat petani.

 

Namun banyak yang berpendapat bahwa dengan dilaksanakan revolusi hijau yang memiliki salah satu fokus produk yaitu padi sebagai sumber pakan masyarakat Indonesia mengenyampingkan sumber pakan pokok lain yang telah menjadi ciri khas bagi masyarakat Indonesia seperti Ketela merupakan makanan pokok masyarakat Nusantara sebelum ditemukan budidaya beras, jagung, dan gandum atau Sagu sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia bagian timur, Papua dan Maluku. 

 

Pada masa pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo sekarang ini program serupa telah dijalankan dengan nama Makan Bergizi Gratis (MBG), per tanggal 6 Januari 2025 ini program tersebut telah berjalan hampir diseluruh wilayah Indonesia dengan fokus sasaran ada pada anak usia sekolah namun selama program ini berjalan kritikan banyak bermunculan, seperti pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IX DPR RI, Pada 22 September kemarin (22/9/2025).

 

Hal yang menjadi sorotan adalah bagaimana pemilihan menu makanan impor dan ultra process food bagi anak muda kita saat ini. Dokter sekaligus ahli gizi masyarakat dr. Tan Shot Yen mengkritisi menu makanan tersebut.

 

“…yang dibagi adalah, adalah burger. Di mana tepung terigu tidak pernah tumbuh di bumi Indonesia, nggak ada anak muda yang tahu bahwa gandum tidak tumbuh di bumi Indonesia,” ujar dr. Tan.

 

“Dibagi spageti, dibagi bakmi Gacoan, oh my god. Dan maaf, ya, itu isi burgernya itu kastanisasi juga, kalau yang dekat dengan pusat supaya kelihatan bagus dikasih chicken katsu,” sambung dr. Tan.

 

Melihat kejadian sekarang dengan total laporan keracunan di berbagai daerah Total 10 insiden dalam periode 9 bulan dan lebih dari 1.599 korban Tersebar di 8 provinsi Kasus terbesar di Kabupaten Lebong dengan 427 korban. Mempertanyakan bagaimana lembaga pengawas seperti Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana utama, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebagai badan pelaksana serta langkah badan pelaksana lainnya seperti OMBUDSMAN atas komitmennya mengawasi  “Ombudsman melihat program ini (MBG) belum sepenuhnya didukung oleh kebijakan anggaran dan SOP yang memadai,” ujar anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika

Penulis: Galih Rifki Wiratama 

Editor: Jasson Aditya Sudrajat 

 

 

 

referensi: 

 

“Kritik Program MBG di DPR, dr. Tan Shot Yen Sarankan Kembali ke Pangan Lokal”, https://health.kompas.com/read/25I26095207568/kritik-program-mbg-di-dpr-dr-tan-shot-yen-sarankan-kembali-ke-pangan-lokal.

“Ini Rahasia Swasembada Pangan Era Soeharto yang Dicuri India”https://www.cnbcindonesia.com/research/20230910085227-128-471060/ini-rahasia-swasembada-pangan-era-soeharto-yang-dicuri-india

“Ombudsman RI Perkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis”https://ombudsman.go.id/news/r/-ombudsman-ri-perkuat-pengawasan-program-makan-bergizi-gratis#:~:text=JAKARTA%20%2D%20Ombudsman%20RI%20menegaskan%20komitmennya,Badan%20Gizi%20Nasional%20(BGN). 

Media Parahyangan

Media Parahyangan

Next Post
Dampak Negatif Dominasi Musik Bertema Patah Hati terhadap Kesehatan Emosional dan Produktivitas Pendengar di Indonesia

Dampak Negatif Dominasi Musik Bertema Patah Hati terhadap Kesehatan Emosional dan Produktivitas Pendengar di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

Muncul Surat Ancaman Bom Pada Wisuda Tahap II, BEM Unpar Sebarkan Pesan Darurat

15 November 2024
Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

Berulah Menjelang Turun Jabatan, Ketua BEM Unpar Minta Maaf

29 November 2024
#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

#TidakSIAP2024: Makan Siang Peserta SIAP Tidak Layak Konsumsi

29 August 2024
Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa: Mahasiswa yang Mana?

2
Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

Diskusi Publik KPK: Pendidikan anti korupsi merupakan investasi jangka panjang dan merupakan cara paling cepat untuk memberantas korupsi

0
Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

Jurnalis Bandung Gelar Aksi: RUU Penyiaran Bisa Menyerang Siapa Saja!

0
Keluhan yang Sama dari Tahun ke Tahun, Sistem Danusan Tidak Ada Kemajuan?

Keluhan yang Sama dari Tahun ke Tahun, Sistem Danusan Tidak Ada Kemajuan?

16 September 2026
Who’s WU-TANG CLAN?

Who’s WU-TANG CLAN?

12 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Menghujani Bandung: “Abu Masih Tipis!”

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menghujani Bandung: “Abu Masih Tipis!”

7 September 2026
Follow Our Social Media
Spotify Instagram Youtube

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pertanyaan Umum (FaQ)
  • Guideline Kolom Submisi
  • Pendaftaran Anggota Jurnalis MedPar

Kontak

  • Email Kolom Submisi : kompendiumprodukmp@gmail.com
  • Email Media Partner : ukm_mp@unpar.ac.id

Alamat

Jl. Ciumbuleuit No.94, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141

Copyright © 2023 Media Parahyangan

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Liputan Kampus
    • Bandung
    • Nasional
    • Feature
  • Seri Kajian Khusus
    • Artikel Opini
    • Understanding Issues
    • Editorial
    • Interview
  • Korner Literasi
    • Kolom Submisi
    • Film & Sinematografi
    • Review Buku
    • Seni Budaya
    • Musik
    • Podcast
  • Galeri
  • Arsip Cetak
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist