Media Parahyangan – Gempa bumi sebesar M8,7 memicu tsunami lintas benua pada Rabu (30/07). BMKG menetapkan 10 wilayah pesisir di Indonesia berstatus waspada. Dulu Rusia ikut berduka saat Cianjur dilanda bencana yang sama, akankah Indonesia membalas kepedulian itu?
Gempa tektonik sedalam 18 km dan magnitudo sebesar M8,7 mengguncang Rusia pada pukul 06.24 WIB hari Rabu, (30/07) lalu. Gempa ini dimonitor hingga 2 jam setelah kejadian dan mendapatkan hasil bahwa ada 7 aktivitas gempa bumi susulan (aftershocks) dengan magnitudo terbesar M6,9 dan magnitudo terkecil M5,4.
Guncangan besar ini dipicu oleh aktivitas sesar naik—jenis patahan pada kerak bumi di mana lempeng batuan di atas bidang patahan bergerak naik relatif terhadap lempeng di bawahnya. Sesar ini terbentuk karena adanya akibat gaya kompresi yang saling mendorong batu-batu untuk saling mendekat, menyebabkan gesekan yang mendorong ke atas secara kencang.
BMKG menetapkan status waspada pada 10 wilayah pesisir di Indonesia dengan ketinggian kurang dari 0,5 meter. Direktur BMKG, Daryono, juga menyatakan bahwa potensi tsunami tak hanya mengancam Indonesia, tetapi juga wilayah lain seperti Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam. Ia juga menghimbau masyarakat yang tinggal di wilayah yang berisiko terkena tsunami untuk menjauhi wilayah pesisir.
“Kepada masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” ujarnya kepada wartawan Tempo.
Kilas balik ke Desember 2022 silam, Indonesia pernah dilanda gempa bumi dengan magnitudo sebesar M5,6 dan kedalaman sebesar 11 km di Cianjur, Jawa Barat. Joko Widodo menyampaikan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, ikut menyampaikan rasa duka citanya atas bencana alam yang terjadi di Cianjur. Tak hanya itu, hal tersebut kemudian diikuti oleh tindakan nyata dari pihak Kedutaan Besar Rusia untuk memberikan bantuan logistik seperti air minum dan makanan untuk para korban melalui Palang Merah Indonesia (PMI).
Rusia pernah menunjukkan kepedulian di tengah duka Indonesia, kini kita menanti, akankah Indonesia turut hadir untuk membantu korban gempa di Rusia?
Penulis: Alifia Keona
Editor: Jasson Aditya Sudrajat








